Sore ini saya duduk santai di depan TV. Alangkah terkejutnya saya ketika mendengar tempe dibuat dengan pewarna pakaian. Keadaan ekonomi yang tidak menentu, membuat masyarakat makin susah dalam memenuhi kebutuhan. Sebagian besar masyarakat mengkonsumsi tempe karena harganya yang relative murah. Saya sangat sedih, karena baru saja saya melihat artikel tempe. Tempe adalah makanan hasil fermentasi antara kedelai dengan jamur rhizopus oligosporus yang mengandung banyak manfaat. Hanya dengan sepotong tempe kita mendapatkan berbagai kandungan seperti karbohidrat, lemak, protein, serat, enzim, daidzein, genestin, serta komponen antibakteri yang bermanfaat untuk kesehatan.
Tak hanya itu tempe juga mengandung kadar vitamin B2, vitamin B12, niasin, dan asam pantorenat. Bahkan hasil analisis gizi tempe menunjukkan kandungan niasin sebesar 1,13 mg/100 gram berat tempe yang dimakan. Kandungan ini meningkat kurang lebih 2 kali lipat setelah kedelai difermentasi menjadi tempe. Mengkonsumsi tempe yang diolah dengan tepat seperti disup atau disemur dapat memaksimalkan manfaat yang terkandung didalamnya, antara lain mencegah anemia, osteoporosis, penuaan, kanker payudara, dan kanker prostat. Nah , terus bagaimana kalau ada oknum yang mengacaukan kadar gizi menjadi suatu penyakit seperti saat ini?
Minggu, 19 Desember 2010
Obama Datang Bursa Jakarta Melonjak
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada, Selasa (9/11) berlangsung marak dan bergairah. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil cetak rekor baru di level 3.737,484 atau menguat 38,221 poin, di tengah koreksi rata-rata bursa Asia. Rupiah pun turut menguat pada saat kedatangan Presiden AS Barack Obama selama dua hari.
Kunjungan Presiden Obama seolah-olah memicu rasa percaya diri pelaku pasar di BEI. Para pemodal berekspektasi, perdagangan RI-AS akan meningkat, sehingga beberapa perusahaan publik di bursa akan menikmati manfaatnya. Utamanya adalah perusahaan-perusahaan yang berorientasi ekspor. Bahkan kedatangan Obama ke Indonesia menjadi sentimen positif bahwa situasi politik dan fundamental ekonomi dalam negeri dalam keadaan baik.
Pelaku ekonomi menilai, Obama datang memberi sinyal bahwa Indonesia aman dan kondusif untuk investasi, terutama pasar saham. Oleh sebab itu, investor asing langsung memburu saham-saham unggulan bursa. Akibatnya, IHSG kembali mencatat rekor baru atau menembus level 3.737,484. Arus modal asing terus masuk ke pasar domestik.
Analis sekuritas lokal mengatakan, penguatan indeks saham ke level tertinggi dalam sejarah juga dipicu kenaikan harga komoditas terutama batubara dan minyak mentah dunia. Harga batubara naik ke level US$104,88 per metrik ton berdasarkan harga di Newcastle. Harga minyak mentah dunia sempat naik ke level US$87,40 per barel. Crude palm oil (CPO) naik tajam ke level RM3.191 atau US$1.034 per ton. Harga nikel dan timah pun tak ketinggalan mendorong indeks komposit BEI tembus level 3.737 poin.
IHSG pada Selasa, (9/11) ditutup naik 38,22 (1,03%) poin ke 3.737,48. Tercatat volume perdagangan mencapai 6,142 miliar saham dengan nilai Rp6,427 triliun. Saham yang menguat sebanyak 121, saham turun sebanyak 103, dan 82 saham tidak bergerak harganya. Adapun terjadi net foreign buy sebesar Rp163,09 miliar dengan total penjualan investor asing mencapai Rp1,7 triliun dan total pembelian investor asing Rp 1,8 triliun.
Harus diakui, misi Obama ke Indonesia untuk kepentingan Amerika secara ekonomi. Obama memandang bahwa Indonesia dengan perekembangan ekonominya merupakan pasar yang potensial untuk melipatgandakan ekspor bagi produk Amerika ke Indonesia.
Bagi Indonesia, saat ini Amerika adalah Negara mitra dagang terbesar ketiga, dengan nilai perdagangan sebesar 21 miliar dolar AS atau sekitar Rp 20 trilunan pada tahun 2008. Tapi Obama menginginkan agar Amerika sebagai mitra dagang pertama bagi Indonesia.
Kunjungan Presiden Obama seolah-olah memicu rasa percaya diri pelaku pasar di BEI. Para pemodal berekspektasi, perdagangan RI-AS akan meningkat, sehingga beberapa perusahaan publik di bursa akan menikmati manfaatnya. Utamanya adalah perusahaan-perusahaan yang berorientasi ekspor. Bahkan kedatangan Obama ke Indonesia menjadi sentimen positif bahwa situasi politik dan fundamental ekonomi dalam negeri dalam keadaan baik.
Pelaku ekonomi menilai, Obama datang memberi sinyal bahwa Indonesia aman dan kondusif untuk investasi, terutama pasar saham. Oleh sebab itu, investor asing langsung memburu saham-saham unggulan bursa. Akibatnya, IHSG kembali mencatat rekor baru atau menembus level 3.737,484. Arus modal asing terus masuk ke pasar domestik.
Analis sekuritas lokal mengatakan, penguatan indeks saham ke level tertinggi dalam sejarah juga dipicu kenaikan harga komoditas terutama batubara dan minyak mentah dunia. Harga batubara naik ke level US$104,88 per metrik ton berdasarkan harga di Newcastle. Harga minyak mentah dunia sempat naik ke level US$87,40 per barel. Crude palm oil (CPO) naik tajam ke level RM3.191 atau US$1.034 per ton. Harga nikel dan timah pun tak ketinggalan mendorong indeks komposit BEI tembus level 3.737 poin.
IHSG pada Selasa, (9/11) ditutup naik 38,22 (1,03%) poin ke 3.737,48. Tercatat volume perdagangan mencapai 6,142 miliar saham dengan nilai Rp6,427 triliun. Saham yang menguat sebanyak 121, saham turun sebanyak 103, dan 82 saham tidak bergerak harganya. Adapun terjadi net foreign buy sebesar Rp163,09 miliar dengan total penjualan investor asing mencapai Rp1,7 triliun dan total pembelian investor asing Rp 1,8 triliun.
Harus diakui, misi Obama ke Indonesia untuk kepentingan Amerika secara ekonomi. Obama memandang bahwa Indonesia dengan perekembangan ekonominya merupakan pasar yang potensial untuk melipatgandakan ekspor bagi produk Amerika ke Indonesia.
Bagi Indonesia, saat ini Amerika adalah Negara mitra dagang terbesar ketiga, dengan nilai perdagangan sebesar 21 miliar dolar AS atau sekitar Rp 20 trilunan pada tahun 2008. Tapi Obama menginginkan agar Amerika sebagai mitra dagang pertama bagi Indonesia.
DASAR-DASAR PEMROSESAN KOMPUTER
I. ARSITEKTUR KOMPUTER
Komputer dengan tujuan umum memiliki tipe komponen yang sama, yaitu :
- Prosesor
- Memori
- Penyimpanan sekunder
- Perangkat Input
- Perangkat Output
Mesin pemroses lebih dikenal dengan CPU, mikroprosesor atau prosesor. Prosesor adalah komponen yang berupa chip. Chip adalah sekeping silicon berukuran bebrapa millimeter persegi yang mengandung puluhan ribu transistor dan komponen elektronik yang lain.
Penyimpanan Primer
Ukuran kapasitas penyimpanan primer :
Satuan Ekivalen Keterangan
Byte 8 bit Untuk menyimpan sebuah karakter pada sistem ASCII atau EBCDIC
Kilobyte 1024 byte Awal PC hanya memiliki memori 640 byte
Megabyte 1024 KB Memori PC pd saat ini berkisar antara 64 – 256 Megabyte
Gigabyte 1024 MB Ukuran hard disk yang digunakan berkisar antara 20 – 40 gigabyte
Terabyte 1024 GB Database yang sangat besar
Pentabyte 1024 TB Penggunaan di masa datang
Bentuk Penyimpanan Sekunder :
• RAM (Random Access Memory), jenis penyimpanan primer yang mudah hilang (volatile) karena data akan hilang jika listrik padam.
• ROM (Read Only Memory), jenis penyimpanan sekunder yang bersifat non-volatile karena data disimpan secara permanent dan jika listrik padam data tidak akan hilang
• Cache Memory, merupakan RAM khusus yang bekerja sangat cepat dan digunakan untuk membantu RAM biasa dalam proses data.
B. PERALATAN INPUT
1. KEYBOARD
Unit input yang paling popular, dimana pengguna memasukan data dengan menekan tombol-tombol yang tepat.
2. ALAT PENUNJUK
• Mouse
• Trackball
• Touch Screen
• Light Pen
• Unit Remote Control
3. ALAT INPUT OTOMATIS DATA SUMBER
• Alat Pembaca Optis, alat input yang membaca data dengan menyinari suatu sinar terang di atas data dan kemudian menangkap citra yang terpantul pada matriks sel-sel photoelectric. Contoh : Scanner, OCR (Optical Character Recognition), OMR (Optical Mark Reader)
• Alat Pembaca Magnetis, alat pembaca yang menggunakan tinta khusus yang berisi zat yang dapat diberi muatan magnet. Contoh : MICR (Magnetic Ink Character Recognition).
4. ALAT INPUT PENGENAL SUARA
Unit pengenal suara (speech recognition unit)
• Mikropon
• Automatic Speech Recognation (ASR)
• Touchtone
5. ALAT INPUT VIDEO
Video Camera recorder atau Camcoder
6. ALAT INPUT PENERIMA GERAK
• Headset
• Glove
• Walker
C. PENYIMPANAN SEKUNDER
• Pita Magnetik : Reel Tape dan Tape Cartridge
• Hard Disk : Removable dan Non removable
• Floppy Disk
• Piringan Optik : CD, DVD
• USB Flash Disk
• Smart Card
• Kartu memori
D. PERALATAN OUTPUT
Dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Softcopy, terdiri dari dua jenis :
• Monitor : CRT dan Layar Datar (LCD, EL, Plasma)
• Audio
2. Hardcopy, terdiri dari :
• Printer : Impact, Thermal, Inkjet, Laser, Multifungsi
• Plotter : Pena, Electrostatis, Thermal, Pemotong, Format Le bar
• Computer Output Microfilm (COM)
• Perangkat lunak yang melaksanakan tuga-tugas dasar tertentu yang diperlukan semua pemakai computer.
• Ada tiga jenis dasar perangkat lunak sistem :
Sistem Operasi, berfungsi sebagai interface antara pemakai, perangkat lunak yang memproses data perusahaan dan perangkat keras. Contoh : Windows XP, DOS, UNIX
Ada enam fungsi dasar sistem operasi :
1. Menjadwalkan Tugas
2. Mengelola sumber daya perangkat keras dan perangkat lunak
3. Menjaga keamanan sistem
4. Memungkinkan pembagian sumber daya untuk beberapa pemakai
5. Menangani Interrupt
6. Menyiapkan catatan pemakaian
Program Utility, suatu routine yang memungkinkan pemakai untuk melaksanakan operasi pemrosesan data dasar tertentu yang tidak unik pada satu aplikasi pemakai tertentu.
Penerjemah Bahasa Komputer
- Bahasa Generasi Pertama, Bahasa Mesin (machine language)
- Bahasa Generasi Kedua, Assembler
- Bahasa Generasi Ketiga, Compiler dan Interpreter
- Bahasa Generasi Keempat, Bahasa Alamiah 4GL, memungkinkan programmer atau pemakai menginstruksikan computer apa dan bagaimana operasi tersebut dilakukan. Di Bawah ini yang termasuk kedalam generasi bahasa keempat :
1. Database Query Language
2. Modelling Language, khusus dirancang untuk pembuatan model matematika. Contoh : GPSS
3. Very High Level Language : PASCAL, APL
4. Graph Generators : paket grafik
5. Report Writer : COBOL, RPG
6. Aplication Generators : program aplikasi pembayaran gaji
E. Perangkat Lunak Aplikasi
1. Pemrograman Sendiri
Perusahaan menempatkan spesial informasi untuk melakukan tugas merancang sistem berbasis computer yang memenuhi kebutuhan unit perusahaan.
2. Paket Jadi
Ada empat kelompok besar :
Paket Aplikasi Bisnis Umum
Paket Aplikasi Khusus Industri
Paket Aplikasi Peningkatan Produktivitas Organisasi
Paket Peningkatan Produktivitas Perorangan
II. PERANAN PERALATAN INPUT DAN OUTPUT SERTA SOFTWARE DALAM PEMECAHAN MASALAH
Keseluruhan komponen perangkat input, output dan software dapat berperan langsung maupun tidak langsung dalam pemecahan masalah. Semuanya saling behubungan dan mendukung kegiatan satu dengan yang lainnya. Perangkat input dan output berperan dalam proses penyelesaian masalah dalam hal perangkat keras, sedangkan perangkat lunak, baik sistem maupun aplikasi membantu para manajer untuk meningkatkan produktivitas organisasi dan perorangan, dengan menyederhanakan penciptaan dan transmisi data.
Tugas Sistem Informasi Akuntansi
Wanitaku Pemuliaku
Semua keluhan hidup berasal dari dihargainya kita sebagai orang rata-rata. Kita tidak suka diperlakukan rata-rata, dikenali hanya sebagai angka, dibayar rata-rata, maka kita semua merasa menjadi jiwa yang khusus dalam kehidupan ini. Maka kenali dulu peran kita sebagai wanita pemulia pria dalam kehidupan ini.
Seorang wanita seharusnya menjadi pemandangan terindah bagi yang melihatnya. Sehingga jika tabiat dia sebagai wanita sendiri saja sudah indah, apalagi kalau bersanding di dekat pria yang membuat pria disebelahnya berpendar karena kemuliaannya itu.
MENIKAH DENGAN YANG LEBIH BAIK
Selalu ada kemungkinan dalam setiap keputusan, jika seorang wanita memutuskan bersedia untuk menikah dengan seorang pria, berarti dia bersedia menua bersama pria tersebut. Maka pria akan menjadi sangat aniaya jika wanita yang bersedia menua bersamanya tidak memuliakan kehidupannya. Jika kita memang tidak bias merawat wanita itu mungkin wanita itu akan dirawat oleh pria lain yang lebih baik.
Untuk semua wanita yang merasa bahwa dia berhak dia berhak menikah dengan pria yang lebih baik dari pada prianya, sekarang harus bertanya apakah Anda sudah menjadi wanita yang terbaik baginya. Banyak dari kita hanya melihat satu arah, sebagai korban. Tanpa melihat bahwa pasangan hidup kita juga berharap kita wanita menjadi wanita yang terbaik baginya. Jadi sebelum kita memvonis siapapun sebagai pasangan yang tidak baik, kita harus cek apakah kita sebagai wanita telah menjadi yang terbaik baginya.
Istri adalah cermin. Ia tidak menampilkan kecuali yang dilihatnya. Jika kalau seorang pria berdiri didepan sebuah cermin, maka yang dikatakan istri sebagai komentar adalah apa yang dilihatnya. Banyak pria marah karena dicurigai istrinya yang sebetulnya tanpa sadar ia memberi alasan untuk dicurigai. Jika kalau tidak sengaja saja kita sebagai pria bias terhukum, apalagi kalau kita punya kebiasaan tidak menjaga pandangan mata, tidak menjaga yang kita baca, yang ditampil di internet, istri akan melihat itu sebagai alasan untuk mempercayai kita atau tidak. Kalau dalam dalam sebuah hubungan membuat kita tidak nyaman, berarti ada sesuatu yang harus diperbaiki.
MASALAH AGAR NAIK KELAS
Kita sebetulnya tahu apa yang seharusnya dan sebaiknya kita lakukan, tetapi kita sedang dalam proses belajar untuk menjadi pribadi yang berespon dengan cara terbaik. Orang yang menghindar dari menyelesaikan suatu masalah akan ditemukan dengan masalah yang sama. Itu bukan berarti Tuhan suka menyiksa orang, tapi karena Tuhan ingin kita naik kelas.
Suatu masalah harus kita selesaikan supaya kita pantas bagi masalah yang lebih besar lagi. Di dalam keluarga pun ada tanda-tanda bahwa kita diangkat melalui masalah. Jadi kalau masalah itu adalah pembaik maka sambutlah masalah dengan rahmat. Karena masalah adalah rahmat yang rasanya tidak kita sukai.
Orang yang tidak diberi masalah, tidak akan tumbuh. Jadi orang yang diberi masalah sedang disuruh untuk tumbuh meski tidak suka rasa dari masalah itu. Jadi kalau kita dihadapkan pada masalah, bersyukurlah karena kita diberi kesempatan untuk naik kelas. Ikhlaskan menerima masalah sebagai cara untuk meningkatkan kelas iman kita.
Komputer dengan tujuan umum memiliki tipe komponen yang sama, yaitu :
- Prosesor
- Memori
- Penyimpanan sekunder
- Perangkat Input
- Perangkat Output
Mesin pemroses lebih dikenal dengan CPU, mikroprosesor atau prosesor. Prosesor adalah komponen yang berupa chip. Chip adalah sekeping silicon berukuran bebrapa millimeter persegi yang mengandung puluhan ribu transistor dan komponen elektronik yang lain.
Penyimpanan Primer
Ukuran kapasitas penyimpanan primer :
Satuan Ekivalen Keterangan
Byte 8 bit Untuk menyimpan sebuah karakter pada sistem ASCII atau EBCDIC
Kilobyte 1024 byte Awal PC hanya memiliki memori 640 byte
Megabyte 1024 KB Memori PC pd saat ini berkisar antara 64 – 256 Megabyte
Gigabyte 1024 MB Ukuran hard disk yang digunakan berkisar antara 20 – 40 gigabyte
Terabyte 1024 GB Database yang sangat besar
Pentabyte 1024 TB Penggunaan di masa datang
Bentuk Penyimpanan Sekunder :
• RAM (Random Access Memory), jenis penyimpanan primer yang mudah hilang (volatile) karena data akan hilang jika listrik padam.
• ROM (Read Only Memory), jenis penyimpanan sekunder yang bersifat non-volatile karena data disimpan secara permanent dan jika listrik padam data tidak akan hilang
• Cache Memory, merupakan RAM khusus yang bekerja sangat cepat dan digunakan untuk membantu RAM biasa dalam proses data.
B. PERALATAN INPUT
1. KEYBOARD
Unit input yang paling popular, dimana pengguna memasukan data dengan menekan tombol-tombol yang tepat.
2. ALAT PENUNJUK
• Mouse
• Trackball
• Touch Screen
• Light Pen
• Unit Remote Control
3. ALAT INPUT OTOMATIS DATA SUMBER
• Alat Pembaca Optis, alat input yang membaca data dengan menyinari suatu sinar terang di atas data dan kemudian menangkap citra yang terpantul pada matriks sel-sel photoelectric. Contoh : Scanner, OCR (Optical Character Recognition), OMR (Optical Mark Reader)
• Alat Pembaca Magnetis, alat pembaca yang menggunakan tinta khusus yang berisi zat yang dapat diberi muatan magnet. Contoh : MICR (Magnetic Ink Character Recognition).
4. ALAT INPUT PENGENAL SUARA
Unit pengenal suara (speech recognition unit)
• Mikropon
• Automatic Speech Recognation (ASR)
• Touchtone
5. ALAT INPUT VIDEO
Video Camera recorder atau Camcoder
6. ALAT INPUT PENERIMA GERAK
• Headset
• Glove
• Walker
C. PENYIMPANAN SEKUNDER
• Pita Magnetik : Reel Tape dan Tape Cartridge
• Hard Disk : Removable dan Non removable
• Floppy Disk
• Piringan Optik : CD, DVD
• USB Flash Disk
• Smart Card
• Kartu memori
D. PERALATAN OUTPUT
Dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Softcopy, terdiri dari dua jenis :
• Monitor : CRT dan Layar Datar (LCD, EL, Plasma)
• Audio
2. Hardcopy, terdiri dari :
• Printer : Impact, Thermal, Inkjet, Laser, Multifungsi
• Plotter : Pena, Electrostatis, Thermal, Pemotong, Format Le bar
• Computer Output Microfilm (COM)
• Perangkat lunak yang melaksanakan tuga-tugas dasar tertentu yang diperlukan semua pemakai computer.
• Ada tiga jenis dasar perangkat lunak sistem :
Sistem Operasi, berfungsi sebagai interface antara pemakai, perangkat lunak yang memproses data perusahaan dan perangkat keras. Contoh : Windows XP, DOS, UNIX
Ada enam fungsi dasar sistem operasi :
1. Menjadwalkan Tugas
2. Mengelola sumber daya perangkat keras dan perangkat lunak
3. Menjaga keamanan sistem
4. Memungkinkan pembagian sumber daya untuk beberapa pemakai
5. Menangani Interrupt
6. Menyiapkan catatan pemakaian
Program Utility, suatu routine yang memungkinkan pemakai untuk melaksanakan operasi pemrosesan data dasar tertentu yang tidak unik pada satu aplikasi pemakai tertentu.
Penerjemah Bahasa Komputer
- Bahasa Generasi Pertama, Bahasa Mesin (machine language)
- Bahasa Generasi Kedua, Assembler
- Bahasa Generasi Ketiga, Compiler dan Interpreter
- Bahasa Generasi Keempat, Bahasa Alamiah 4GL, memungkinkan programmer atau pemakai menginstruksikan computer apa dan bagaimana operasi tersebut dilakukan. Di Bawah ini yang termasuk kedalam generasi bahasa keempat :
1. Database Query Language
2. Modelling Language, khusus dirancang untuk pembuatan model matematika. Contoh : GPSS
3. Very High Level Language : PASCAL, APL
4. Graph Generators : paket grafik
5. Report Writer : COBOL, RPG
6. Aplication Generators : program aplikasi pembayaran gaji
E. Perangkat Lunak Aplikasi
1. Pemrograman Sendiri
Perusahaan menempatkan spesial informasi untuk melakukan tugas merancang sistem berbasis computer yang memenuhi kebutuhan unit perusahaan.
2. Paket Jadi
Ada empat kelompok besar :
Paket Aplikasi Bisnis Umum
Paket Aplikasi Khusus Industri
Paket Aplikasi Peningkatan Produktivitas Organisasi
Paket Peningkatan Produktivitas Perorangan
II. PERANAN PERALATAN INPUT DAN OUTPUT SERTA SOFTWARE DALAM PEMECAHAN MASALAH
Keseluruhan komponen perangkat input, output dan software dapat berperan langsung maupun tidak langsung dalam pemecahan masalah. Semuanya saling behubungan dan mendukung kegiatan satu dengan yang lainnya. Perangkat input dan output berperan dalam proses penyelesaian masalah dalam hal perangkat keras, sedangkan perangkat lunak, baik sistem maupun aplikasi membantu para manajer untuk meningkatkan produktivitas organisasi dan perorangan, dengan menyederhanakan penciptaan dan transmisi data.
Tugas Sistem Informasi Akuntansi
Wanitaku Pemuliaku
Semua keluhan hidup berasal dari dihargainya kita sebagai orang rata-rata. Kita tidak suka diperlakukan rata-rata, dikenali hanya sebagai angka, dibayar rata-rata, maka kita semua merasa menjadi jiwa yang khusus dalam kehidupan ini. Maka kenali dulu peran kita sebagai wanita pemulia pria dalam kehidupan ini.
Seorang wanita seharusnya menjadi pemandangan terindah bagi yang melihatnya. Sehingga jika tabiat dia sebagai wanita sendiri saja sudah indah, apalagi kalau bersanding di dekat pria yang membuat pria disebelahnya berpendar karena kemuliaannya itu.
MENIKAH DENGAN YANG LEBIH BAIK
Selalu ada kemungkinan dalam setiap keputusan, jika seorang wanita memutuskan bersedia untuk menikah dengan seorang pria, berarti dia bersedia menua bersama pria tersebut. Maka pria akan menjadi sangat aniaya jika wanita yang bersedia menua bersamanya tidak memuliakan kehidupannya. Jika kita memang tidak bias merawat wanita itu mungkin wanita itu akan dirawat oleh pria lain yang lebih baik.
Untuk semua wanita yang merasa bahwa dia berhak dia berhak menikah dengan pria yang lebih baik dari pada prianya, sekarang harus bertanya apakah Anda sudah menjadi wanita yang terbaik baginya. Banyak dari kita hanya melihat satu arah, sebagai korban. Tanpa melihat bahwa pasangan hidup kita juga berharap kita wanita menjadi wanita yang terbaik baginya. Jadi sebelum kita memvonis siapapun sebagai pasangan yang tidak baik, kita harus cek apakah kita sebagai wanita telah menjadi yang terbaik baginya.
Istri adalah cermin. Ia tidak menampilkan kecuali yang dilihatnya. Jika kalau seorang pria berdiri didepan sebuah cermin, maka yang dikatakan istri sebagai komentar adalah apa yang dilihatnya. Banyak pria marah karena dicurigai istrinya yang sebetulnya tanpa sadar ia memberi alasan untuk dicurigai. Jika kalau tidak sengaja saja kita sebagai pria bias terhukum, apalagi kalau kita punya kebiasaan tidak menjaga pandangan mata, tidak menjaga yang kita baca, yang ditampil di internet, istri akan melihat itu sebagai alasan untuk mempercayai kita atau tidak. Kalau dalam dalam sebuah hubungan membuat kita tidak nyaman, berarti ada sesuatu yang harus diperbaiki.
MASALAH AGAR NAIK KELAS
Kita sebetulnya tahu apa yang seharusnya dan sebaiknya kita lakukan, tetapi kita sedang dalam proses belajar untuk menjadi pribadi yang berespon dengan cara terbaik. Orang yang menghindar dari menyelesaikan suatu masalah akan ditemukan dengan masalah yang sama. Itu bukan berarti Tuhan suka menyiksa orang, tapi karena Tuhan ingin kita naik kelas.
Suatu masalah harus kita selesaikan supaya kita pantas bagi masalah yang lebih besar lagi. Di dalam keluarga pun ada tanda-tanda bahwa kita diangkat melalui masalah. Jadi kalau masalah itu adalah pembaik maka sambutlah masalah dengan rahmat. Karena masalah adalah rahmat yang rasanya tidak kita sukai.
Orang yang tidak diberi masalah, tidak akan tumbuh. Jadi orang yang diberi masalah sedang disuruh untuk tumbuh meski tidak suka rasa dari masalah itu. Jadi kalau kita dihadapkan pada masalah, bersyukurlah karena kita diberi kesempatan untuk naik kelas. Ikhlaskan menerima masalah sebagai cara untuk meningkatkan kelas iman kita.
Wanitaku Pemuliaku
Semua keluhan hidup berasal dari dihargainya kita sebagai orang rata-rata. Kita tidak suka diperlakukan rata-rata, dikenali hanya sebagai angka, dibayar rata-rata, maka kita semua merasa menjadi jiwa yang khusus dalam kehidupan ini. Maka kenali dulu peran kita sebagai wanita pemulia pria dalam kehidupan ini.
Seorang wanita seharusnya menjadi pemandangan terindah bagi yang melihatnya. Sehingga jika tabiat dia sebagai wanita sendiri saja sudah indah, apalagi kalau bersanding di dekat pria yang membuat pria disebelahnya berpendar karena kemuliaannya itu.
MENIKAH DENGAN YANG LEBIH BAIK
Selalu ada kemungkinan dalam setiap keputusan, jika seorang wanita memutuskan bersedia untuk menikah dengan seorang pria, berarti dia bersedia menua bersama pria tersebut. Maka pria akan menjadi sangat aniaya jika wanita yang bersedia menua bersamanya tidak memuliakan kehidupannya. Jika kita memang tidak bias merawat wanita itu mungkin wanita itu akan dirawat oleh pria lain yang lebih baik.
Untuk semua wanita yang merasa bahwa dia berhak dia berhak menikah dengan pria yang lebih baik dari pada prianya, sekarang harus bertanya apakah Anda sudah menjadi wanita yang terbaik baginya. Banyak dari kita hanya melihat satu arah, sebagai korban. Tanpa melihat bahwa pasangan hidup kita juga berharap kita wanita menjadi wanita yang terbaik baginya. Jadi sebelum kita memvonis siapapun sebagai pasangan yang tidak baik, kita harus cek apakah kita sebagai wanita telah menjadi yang terbaik baginya.
Istri adalah cermin. Ia tidak menampilkan kecuali yang dilihatnya. Jika kalau seorang pria berdiri didepan sebuah cermin, maka yang dikatakan istri sebagai komentar adalah apa yang dilihatnya. Banyak pria marah karena dicurigai istrinya yang sebetulnya tanpa sadar ia memberi alasan untuk dicurigai. Jika kalau tidak sengaja saja kita sebagai pria bias terhukum, apalagi kalau kita punya kebiasaan tidak menjaga pandangan mata, tidak menjaga yang kita baca, yang ditampil di internet, istri akan melihat itu sebagai alasan untuk mempercayai kita atau tidak. Kalau dalam dalam sebuah hubungan membuat kita tidak nyaman, berarti ada sesuatu yang harus diperbaiki.
MASALAH AGAR NAIK KELAS
Kita sebetulnya tahu apa yang seharusnya dan sebaiknya kita lakukan, tetapi kita sedang dalam proses belajar untuk menjadi pribadi yang berespon dengan cara terbaik. Orang yang menghindar dari menyelesaikan suatu masalah akan ditemukan dengan masalah yang sama. Itu bukan berarti Tuhan suka menyiksa orang, tapi karena Tuhan ingin kita naik kelas.
Suatu masalah harus kita selesaikan supaya kita pantas bagi masalah yang lebih besar lagi. Di dalam keluarga pun ada tanda-tanda bahwa kita diangkat melalui masalah. Jadi kalau masalah itu adalah pembaik maka sambutlah masalah dengan rahmat. Karena masalah adalah rahmat yang rasanya tidak kita sukai.
Orang yang tidak diberi masalah, tidak akan tumbuh. Jadi orang yang diberi masalah sedang disuruh untuk tumbuh meski tidak suka rasa dari masalah itu. Jadi kalau kita dihadapkan pada masalah, bersyukurlah karena kita diberi kesempatan untuk naik kelas. Ikhlaskan menerima masalah sebagai cara untuk meningkatkan kelas iman kita.
Seorang wanita seharusnya menjadi pemandangan terindah bagi yang melihatnya. Sehingga jika tabiat dia sebagai wanita sendiri saja sudah indah, apalagi kalau bersanding di dekat pria yang membuat pria disebelahnya berpendar karena kemuliaannya itu.
MENIKAH DENGAN YANG LEBIH BAIK
Selalu ada kemungkinan dalam setiap keputusan, jika seorang wanita memutuskan bersedia untuk menikah dengan seorang pria, berarti dia bersedia menua bersama pria tersebut. Maka pria akan menjadi sangat aniaya jika wanita yang bersedia menua bersamanya tidak memuliakan kehidupannya. Jika kita memang tidak bias merawat wanita itu mungkin wanita itu akan dirawat oleh pria lain yang lebih baik.
Untuk semua wanita yang merasa bahwa dia berhak dia berhak menikah dengan pria yang lebih baik dari pada prianya, sekarang harus bertanya apakah Anda sudah menjadi wanita yang terbaik baginya. Banyak dari kita hanya melihat satu arah, sebagai korban. Tanpa melihat bahwa pasangan hidup kita juga berharap kita wanita menjadi wanita yang terbaik baginya. Jadi sebelum kita memvonis siapapun sebagai pasangan yang tidak baik, kita harus cek apakah kita sebagai wanita telah menjadi yang terbaik baginya.
Istri adalah cermin. Ia tidak menampilkan kecuali yang dilihatnya. Jika kalau seorang pria berdiri didepan sebuah cermin, maka yang dikatakan istri sebagai komentar adalah apa yang dilihatnya. Banyak pria marah karena dicurigai istrinya yang sebetulnya tanpa sadar ia memberi alasan untuk dicurigai. Jika kalau tidak sengaja saja kita sebagai pria bias terhukum, apalagi kalau kita punya kebiasaan tidak menjaga pandangan mata, tidak menjaga yang kita baca, yang ditampil di internet, istri akan melihat itu sebagai alasan untuk mempercayai kita atau tidak. Kalau dalam dalam sebuah hubungan membuat kita tidak nyaman, berarti ada sesuatu yang harus diperbaiki.
MASALAH AGAR NAIK KELAS
Kita sebetulnya tahu apa yang seharusnya dan sebaiknya kita lakukan, tetapi kita sedang dalam proses belajar untuk menjadi pribadi yang berespon dengan cara terbaik. Orang yang menghindar dari menyelesaikan suatu masalah akan ditemukan dengan masalah yang sama. Itu bukan berarti Tuhan suka menyiksa orang, tapi karena Tuhan ingin kita naik kelas.
Suatu masalah harus kita selesaikan supaya kita pantas bagi masalah yang lebih besar lagi. Di dalam keluarga pun ada tanda-tanda bahwa kita diangkat melalui masalah. Jadi kalau masalah itu adalah pembaik maka sambutlah masalah dengan rahmat. Karena masalah adalah rahmat yang rasanya tidak kita sukai.
Orang yang tidak diberi masalah, tidak akan tumbuh. Jadi orang yang diberi masalah sedang disuruh untuk tumbuh meski tidak suka rasa dari masalah itu. Jadi kalau kita dihadapkan pada masalah, bersyukurlah karena kita diberi kesempatan untuk naik kelas. Ikhlaskan menerima masalah sebagai cara untuk meningkatkan kelas iman kita.
Jumat, 17 Desember 2010
Audit Sistem Informasi Berbasis Komputer
Audit Sistem Informasi Berbasis Komputer
Kata Pengantar
Audit merupakan sebuah kegiatan yang melakukan pemerikasaan untuk menilai dan mengevaluasi sebuah aktivitas atau objek seperti implementasi pengendalian internal pada sistem informasi akuntansi yang pekerjaannya ditentukan oleh manajemen atau proses fungsi akuntansi yang membutuhkan improvement.
Audit Sistem Informasi adalah sebuah proses yang sistematis dalam mengumpulkan dan mengevaluasi bukti-bukti untuk menentukan bahwa sebuah sistem informasi berbasis komputer yang digunakan oleh organisasi telah dapat mencapai tujuannya.
dimana Pengertian Audit itu sendri yaitu :
Suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi.
AUDIT SISTEM INFORMASI
Merupakan suatu proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti-bukti yang dilakukan oleh pihak yang independen dan kompeten untuk mengetahui apakah suatu sistem informasi dan sumber daya terkait, secara memadai telah dapat digunakan untuk:
a. melindungi asset.
b. menjaga integritas dan ketersediaan sistem dan data.
c. menyediakan informasi yang relevan dan handal.
d. mencapai tujuan organisasi dengan efektif.
e. menggunakan sumber daya dengan efisien.
f. Tujuan audit SIA adalah untuk meninjau dan mengevaluasi pengendalian internal yang melindungi sistem tersebut.
g. Ketika melaksanakan audit sistem informasi, para auditor harus memastikan tujuan-tujuan berikut ini dipenuhi :
• Perlengkapan keamanan melindungi perlengkapan komputer, program, komunikasi, dan data dari akses yang tidak sah, modifikasi, atau penghancuran.
• Pengembangan dan perolehan program dilaksanakan sesuai dengan otorisasi khusus dan umum dari pihak manajemen.
• Modifikasi program dilaksanakan dengan otorisasi dan persetujuan pihak manajemen.
• Pemrosesan transaksi, file, laporan, dan catatan komputer lainnya telah akurat dan lengkap.
• Data sumber yang tidak akurat atau yang tidak memiliki otorisasi yang tepat diidentifikasi dan ditangani sesuai dengan kebijakan manajerial yang telah ditetapkan.
• File data komputer telah akurat, lengkap, dan dijaga kerahasiaannya.
Sifat Audit
Asosiasi akuntansi Amerika mendefinisikan auditing sebagai berikut :
a. Auditing adalah sebuah proses sistemeatis untuk secara obyektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai pernyataan perihal tindakan dan transaksi bernilai ekonomi, untuk memastikan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta mengkomunikasikan hasil-hasilnya pada para pemakai yang berkepentingan
b. Auditing membutuhkan pendekatan langkah per langkah yang dibentuk dengan perencanaan teliti serta pemilihan dan pelaksanaan teknik yang tepat dengan hati-hati.
c. Keterlibatan audit yaitu mengumpulkan, meninjau, dan mendokumentasikan bukti audit.
Pengauditan Dengan Menggunakan Komputer
Pendekatan ini menggunakan komputer (auditing with the computer) untuk tujuan pengerjaan tahap-tahap program audit yang terinci. Pendekatan ini juga digunakan untuk mengotomatisasi aspek tertentu dalam proses pengauditan. Komputer ditransformasikan pada audit scene selama mereka dapat mengerjakan jumlah fungsi audit, seperti pengujian pengendalian dan pengujian substantive. Auditor dapat menggunakan paket-paket spreadsheet excel, untuk menciptakan spreadsheet yang berisi laporan keuangan dari perusahaan yang diaudit. Pengembangan yang lain adalah template, efek program dan format on screen dengan menggunakan paket software spreadsheet. Template ini memungkinkan auditor untuk mengerjakan tugas yang sebelumnya dikerjakan secara manual.
Sofware Komputer
Audit Software, penggunaan software dalam melaksanakan audit dengan koputer dapat membantu dalam pengujian substantive catatan dan file perusahaan
Tipe software audit yang uama adalah GAS (Generalized Audi Software), yang terdiri dari satu atau lebih program yang applicable pada bernagai situasi audit pada suatu perusahaan.
ACL (Audit Comand Language) merupakan interaktif, yang menghubungkan user dengan computer. ACL membantu auditor untuk untuk menganalisis data klien dengan beberapa fungsi, misalnya attribute sampling, histogram generation, record aging, file comparation, duplicate checking, dan file printing. Yang relative powerful, fleksibel dan mudah dipelajari.sehingga auditor dapat memodifikasi program untuk situasi khusus.
Fungsi audit yang khas yang tersedia pada paket GAS:
a. Extracting data from files, GAS harus mempunyai kemampuan untuk menyuling dan retrieve data dari berbagai struktur, media, dan bentuk catatan file pada saat digunakan untuk mengaudit perusahaan yang bervariasi. Setelah di suling, data diedit dan kemdian ditransfer pada audit work file, penyimpanan data tersedia untuk digunakan dengan program lain yang ada pada GAS
b. Calculating With data,beberapa step dalam audit terdiri dai addition, subtraction, multiplication dan division operation. Contohnya koreksi jurnal dilakuka dengan menjural ulang.
c. Performing comparisons with data, perbandingan mungkin dilakukan untuk menyeleksi data elemen untuk di tes untuk memastikan adanya konsistensi diantara data elemen dan untuk memverifikasi apakah kondisi tertentu telah didapat. GAS seharusnya menyediakan logical operator seperti equal, less than, dan greater than.
d. Sumarizing data, data elements harus sering di ringkas untuk memberikan dasar untuk perbandingan. Contoh: list detail gaji harus diringkas untuk dibandingkan dengan laporan penggajian.
e. Analyzing data, berbagai data harus dianalisis untuk memberikan dasar review atas trend perusahaan. Contohnya, piutang harus ditaksir umurnya utuk menentukan kemungkinan piutang tersebut dapat ditagih.
f. Reorganizing data, data elemen perlu untuk di sortir atau digabungkan. Contohnya: berbaga produk yang dijual perusahaan boleh mungkin di re-sorted secara ascending berdasar jumlah total penjualan untuk membantu analisis penjualan.
g. Select sample for testing. Dalam audit, tidak semua data dapat di uji. Sample harus diambil secara random. Contohnya sample customer dapat dipilih secara random dari catatan piutang dagang.
h. Gathering statistical data, seorang auditor sering membutuhkan data-data statistik. Contohnya: mean dan median dari penjualan produk.
i. Printing Confirmation Request, analyses, and other output
Manfaat GAS:
a. Memungkinkan auditor untuk mengakses catatan computer yang dapat dibaca untuk berbagai macam aplikasi dan organisasi.
b. Memungkinkan auditor untuk memeriksa lebih banyak data daripada jika auditor masih menggunakan proses manual.
c. Dapat melakukan berbagai macam fungsi audit secara cepat dan akurat, termasuk pemilihan sample secara statistic.
d. Mengurangi ketergantungan pada nonauditing personel untuk melakukan peringkasan data, dengan demikian auditor dapat mengelola pengendalian audit yang lebih baik.
e. Auditor hanya memerlukan pengetahuan yang cukup (tidak begitu dalam) tentang computer.
Keterbatasan GAS:
GAS tidak memeriksa application programe dan programmed check secara langsung sehingga tidak dapat menggantikan audit –through-the-computer-techniques.
Dan Saat ini banyak sekali software audit yang beredar dipasaran seperti:
1.IDEA (Interactive Data Analysis Software)
Merupakan software audit yang dapat digunakan untuk membuat rekonsiliasi, investigasi kecurangan, internal/operational audit, pemindahan file, mempersiapkan laporan manajemen dan analisis-analisis lainnya, termasuk menelusuri security log.
IDEA adalah software yang powerful dan mudah dioperasikan untuk membantu akunting dan professional keuangan meningkatkan keahlian auditing, mendeteksi kecurangan, dan memenuhi dokumen-dokumen standar. Software ini memungkinkan kita untuk mengimpor data dengan cepat, menyertakan, menganalisa, mengambil sample dan mengekstrak data dari berbagai macam sumber, termasuk laporan yang dicetak dari sebuah file.
Didesain oleh Akuntan untuk Akuntan, IDEA menawarkan sebuah tampilan antar muka yang intuitif termasuk fungsi point dan klik, menu bantuan, toturial dan multi tampilan. Dengan kemampuan ukuran file yang tak terbatas, IDEA dapat mengakses dan menganalisa data yang berukuran besar dalam beberapa detik saja, membebaskan anda untuk menganjurkan manajemen dalam proyek tambahan dan memberikan analisa yang mendalam.
2. APG (Audit Program Generator)
APG memungkinkan tim audit mempersiapkan daftar perencanaan audit mereka. APG memungkinkan tim audit untuk menambah, menghapus atau melakukan modifikasi item-item individual dalam daftar perencanaan audit untuk menyesuaikan antara pekerjaan auditor dengan keperluan klien mereka.
Daftar perencanaan audit dari APG termasuk item-item untuk menetapkan:
• Persetujuan penerimaan tugas
• Persetujuan personel audit terhadap perikatan audit
• Tingkat independensi
• Pengetahuan terhadap kesatuan usaha
• Taksiran kemampuan audit
• Surat Perikatan
• Taksiran risiko audit dan tingkat materialitas
• Taksiran risiko pengendalian
• Tindakan-tindakan melanggar hukum
• Tingkat kesalahan dan ketidakpatuhan
• Prosedur analitikal
• Strategi audit dan program audit
APG dapat membantu dalam memenuhi standar auditing, mempertimbangkan struktur pengendalian internal dalam sebuah laporan keuangan auditan. Standar auditing mengharuskan auditor mendapatkan pemahaman terhadap tiga elemen dari struktur pengendalian dan apakah kebijakan-kebijakan yang relevan, prosedur-prosedur dan catatan-catatan yang mendasar telah diterapkan pada perusahaan yang diaudit.
3. Microsoft Excel
Microsoft Excel adalah program aplikasi yang cukup populer, yang dapat dipastikan ada pada setiap PC, terlepas dari apakah software tersebut asli atau bajakan.
Cara kerja audit berbantuan computer dengan Microsoft Excel sebenarnya hampir sama dengan software yang lain, yaitu setelah file data diimpor atau disalin, maka selanjutnya dapat dilakukan pengolahan/manipulasi data sesuai keperluan audit yang dilakukan, tentunya dengan menginputkan formula-formula yang diperlukan.
Sekalipun demikian, tetap harus diakui bahwa penggunaan Microsoft Excel untuk audit tetap memiliki kekurangan dibandingkan dengan paket software yang memang dikhususkan untuk audit. Hal ini karena file yang telah diimpor atau disalin bukanlah jenis file read only sehingga sangat rentan kesalahan yang diakibatkan kesalahan pengetikan dan pengeditan yang dilakukan. Keterbatasan lainnya adalah keterbatasannya dalam mengenali dan membaca file sumber data, jika dibandingkan dengan program seperti ACL dan IDEA yang mempunyai kemampuan membaca file dalam banyak tife/ekstensi.
4. AUDIT-Easy
Adalah software yang digunakan untuk mengembangkan dan melakukan audit kepatuhan internal dan eksternal.
5. EZ-R Stats
Adalah software audit dengan beberapa kegunaan sebagai berikut:
a. Mengidentifikasi duplikasi, selisih-selisih, jumlah populasi, klasifikasi dan stratifikasi data, univariate statistik, menentukan ukuran sample, persentil/quartile, histogram, dan lainnya.
b. Menentukan prosedur-prosedur seperti misalnya test Hukum Benford (Benford’s Law) besaran nilai kumulatif moneter sampling, interval sampling,cross tabulasi,
c. Dapat digunakan untuk melakukan beberapa pengujian statistik seperti Chi Square, pemeriksaan nomor kartu kredit, penyusunan nomor keatas dan kebawah.
d. Menghasilkan grafik – histogram, garis trend, grafik pareto, dan lain-lain
6. QSAQ
Software ini digunakan untuk menjadwalkan, mengelola analisis dan mengadakan internal audit, penilaian, pengujian dan pemeriksaan. Software ini didesain untuk mengorganisasikan, melangsungkan, mendokumentasikan, dan melaporkan dalam internal audit dan eksternal audit.
7. Random Audit Assistant
Adalah software untuk mendapatkan sample audit yang valid dari batasan audit yang telah ditetapkan.
8. RAT-STATS
Adalah paket software statistik yang didesain untuk membantu auditor dalam menetapkan sample audit secara acak dan mengevaluasi hasilnya
9. Auto Audit
Software ini merupakan sistem informasi audit yang terintegrasi. Software ini memungkinkan departemen audit untuk menyelesaikan pekerjaan mereka dalam satu database. Dengan fasilitas untuk menaksir risiko, perencanaan, penjadwalan, kertas kerja, dan lainnya, maka menggunakan software ini merupakan pilihan yang tepat untuk mengelola sebuah departemen audit.
10. GRC on Demand
Adalah software dengan kegunaan untuk manajemen pengendalian keuangan, otomatisasi audit, risiko manajemen, teknologi informasi pemerintahan.
Audit Operasional Atas Suatu SIA
Berbagai teknik dan prosedur yang digunakan dalam audit operasional hampir sama dengan yang diterapkan dalam audit sistem informasi dan keuangan.
a. Perbedaan utamanya adalah bahwa lingkup audit sistem informasi dibatasi pada pengendalian internal, sementara lingkup audit keuangan dibatasi pada output sistem.
b. Sebaliknya, lingkup audit operasional lebih luas, melintasi seluruh aspek manajemen sistem informasi.
c. Tujuan audit operasional mencakup faktor-faktor seperti: efektivitas, efisiensi, dan pencapaian tujuan.
d. Pengumpulan bukti mencakup kegiatan-kegiatan berikut ini :
– Meninjau kebijakan dokumentasi operasional
– Melakukan konfirmasi atas prosedur dengan pihak manajemen serta personil operasional
e. Prosedur pengumpulan bukti, contoh:
– Mengamati fungsi-fungsi dan kegiatan operasional
– Memeriksa rencana dan laporan keuangan serta operasional
– Menguji akurasi informasi operasional
– Menguji pengendalian
Daftar Pustaka: http://nanienuneno.blogspot.com/2010/11/audit-sistem-informasi-berbasis.html
Kata Pengantar
Audit merupakan sebuah kegiatan yang melakukan pemerikasaan untuk menilai dan mengevaluasi sebuah aktivitas atau objek seperti implementasi pengendalian internal pada sistem informasi akuntansi yang pekerjaannya ditentukan oleh manajemen atau proses fungsi akuntansi yang membutuhkan improvement.
Audit Sistem Informasi adalah sebuah proses yang sistematis dalam mengumpulkan dan mengevaluasi bukti-bukti untuk menentukan bahwa sebuah sistem informasi berbasis komputer yang digunakan oleh organisasi telah dapat mencapai tujuannya.
dimana Pengertian Audit itu sendri yaitu :
Suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi.
AUDIT SISTEM INFORMASI
Merupakan suatu proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti-bukti yang dilakukan oleh pihak yang independen dan kompeten untuk mengetahui apakah suatu sistem informasi dan sumber daya terkait, secara memadai telah dapat digunakan untuk:
a. melindungi asset.
b. menjaga integritas dan ketersediaan sistem dan data.
c. menyediakan informasi yang relevan dan handal.
d. mencapai tujuan organisasi dengan efektif.
e. menggunakan sumber daya dengan efisien.
f. Tujuan audit SIA adalah untuk meninjau dan mengevaluasi pengendalian internal yang melindungi sistem tersebut.
g. Ketika melaksanakan audit sistem informasi, para auditor harus memastikan tujuan-tujuan berikut ini dipenuhi :
• Perlengkapan keamanan melindungi perlengkapan komputer, program, komunikasi, dan data dari akses yang tidak sah, modifikasi, atau penghancuran.
• Pengembangan dan perolehan program dilaksanakan sesuai dengan otorisasi khusus dan umum dari pihak manajemen.
• Modifikasi program dilaksanakan dengan otorisasi dan persetujuan pihak manajemen.
• Pemrosesan transaksi, file, laporan, dan catatan komputer lainnya telah akurat dan lengkap.
• Data sumber yang tidak akurat atau yang tidak memiliki otorisasi yang tepat diidentifikasi dan ditangani sesuai dengan kebijakan manajerial yang telah ditetapkan.
• File data komputer telah akurat, lengkap, dan dijaga kerahasiaannya.
Sifat Audit
Asosiasi akuntansi Amerika mendefinisikan auditing sebagai berikut :
a. Auditing adalah sebuah proses sistemeatis untuk secara obyektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai pernyataan perihal tindakan dan transaksi bernilai ekonomi, untuk memastikan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta mengkomunikasikan hasil-hasilnya pada para pemakai yang berkepentingan
b. Auditing membutuhkan pendekatan langkah per langkah yang dibentuk dengan perencanaan teliti serta pemilihan dan pelaksanaan teknik yang tepat dengan hati-hati.
c. Keterlibatan audit yaitu mengumpulkan, meninjau, dan mendokumentasikan bukti audit.
Pengauditan Dengan Menggunakan Komputer
Pendekatan ini menggunakan komputer (auditing with the computer) untuk tujuan pengerjaan tahap-tahap program audit yang terinci. Pendekatan ini juga digunakan untuk mengotomatisasi aspek tertentu dalam proses pengauditan. Komputer ditransformasikan pada audit scene selama mereka dapat mengerjakan jumlah fungsi audit, seperti pengujian pengendalian dan pengujian substantive. Auditor dapat menggunakan paket-paket spreadsheet excel, untuk menciptakan spreadsheet yang berisi laporan keuangan dari perusahaan yang diaudit. Pengembangan yang lain adalah template, efek program dan format on screen dengan menggunakan paket software spreadsheet. Template ini memungkinkan auditor untuk mengerjakan tugas yang sebelumnya dikerjakan secara manual.
Sofware Komputer
Audit Software, penggunaan software dalam melaksanakan audit dengan koputer dapat membantu dalam pengujian substantive catatan dan file perusahaan
Tipe software audit yang uama adalah GAS (Generalized Audi Software), yang terdiri dari satu atau lebih program yang applicable pada bernagai situasi audit pada suatu perusahaan.
ACL (Audit Comand Language) merupakan interaktif, yang menghubungkan user dengan computer. ACL membantu auditor untuk untuk menganalisis data klien dengan beberapa fungsi, misalnya attribute sampling, histogram generation, record aging, file comparation, duplicate checking, dan file printing. Yang relative powerful, fleksibel dan mudah dipelajari.sehingga auditor dapat memodifikasi program untuk situasi khusus.
Fungsi audit yang khas yang tersedia pada paket GAS:
a. Extracting data from files, GAS harus mempunyai kemampuan untuk menyuling dan retrieve data dari berbagai struktur, media, dan bentuk catatan file pada saat digunakan untuk mengaudit perusahaan yang bervariasi. Setelah di suling, data diedit dan kemdian ditransfer pada audit work file, penyimpanan data tersedia untuk digunakan dengan program lain yang ada pada GAS
b. Calculating With data,beberapa step dalam audit terdiri dai addition, subtraction, multiplication dan division operation. Contohnya koreksi jurnal dilakuka dengan menjural ulang.
c. Performing comparisons with data, perbandingan mungkin dilakukan untuk menyeleksi data elemen untuk di tes untuk memastikan adanya konsistensi diantara data elemen dan untuk memverifikasi apakah kondisi tertentu telah didapat. GAS seharusnya menyediakan logical operator seperti equal, less than, dan greater than.
d. Sumarizing data, data elements harus sering di ringkas untuk memberikan dasar untuk perbandingan. Contoh: list detail gaji harus diringkas untuk dibandingkan dengan laporan penggajian.
e. Analyzing data, berbagai data harus dianalisis untuk memberikan dasar review atas trend perusahaan. Contohnya, piutang harus ditaksir umurnya utuk menentukan kemungkinan piutang tersebut dapat ditagih.
f. Reorganizing data, data elemen perlu untuk di sortir atau digabungkan. Contohnya: berbaga produk yang dijual perusahaan boleh mungkin di re-sorted secara ascending berdasar jumlah total penjualan untuk membantu analisis penjualan.
g. Select sample for testing. Dalam audit, tidak semua data dapat di uji. Sample harus diambil secara random. Contohnya sample customer dapat dipilih secara random dari catatan piutang dagang.
h. Gathering statistical data, seorang auditor sering membutuhkan data-data statistik. Contohnya: mean dan median dari penjualan produk.
i. Printing Confirmation Request, analyses, and other output
Manfaat GAS:
a. Memungkinkan auditor untuk mengakses catatan computer yang dapat dibaca untuk berbagai macam aplikasi dan organisasi.
b. Memungkinkan auditor untuk memeriksa lebih banyak data daripada jika auditor masih menggunakan proses manual.
c. Dapat melakukan berbagai macam fungsi audit secara cepat dan akurat, termasuk pemilihan sample secara statistic.
d. Mengurangi ketergantungan pada nonauditing personel untuk melakukan peringkasan data, dengan demikian auditor dapat mengelola pengendalian audit yang lebih baik.
e. Auditor hanya memerlukan pengetahuan yang cukup (tidak begitu dalam) tentang computer.
Keterbatasan GAS:
GAS tidak memeriksa application programe dan programmed check secara langsung sehingga tidak dapat menggantikan audit –through-the-computer-techniques.
Dan Saat ini banyak sekali software audit yang beredar dipasaran seperti:
1.IDEA (Interactive Data Analysis Software)
Merupakan software audit yang dapat digunakan untuk membuat rekonsiliasi, investigasi kecurangan, internal/operational audit, pemindahan file, mempersiapkan laporan manajemen dan analisis-analisis lainnya, termasuk menelusuri security log.
IDEA adalah software yang powerful dan mudah dioperasikan untuk membantu akunting dan professional keuangan meningkatkan keahlian auditing, mendeteksi kecurangan, dan memenuhi dokumen-dokumen standar. Software ini memungkinkan kita untuk mengimpor data dengan cepat, menyertakan, menganalisa, mengambil sample dan mengekstrak data dari berbagai macam sumber, termasuk laporan yang dicetak dari sebuah file.
Didesain oleh Akuntan untuk Akuntan, IDEA menawarkan sebuah tampilan antar muka yang intuitif termasuk fungsi point dan klik, menu bantuan, toturial dan multi tampilan. Dengan kemampuan ukuran file yang tak terbatas, IDEA dapat mengakses dan menganalisa data yang berukuran besar dalam beberapa detik saja, membebaskan anda untuk menganjurkan manajemen dalam proyek tambahan dan memberikan analisa yang mendalam.
2. APG (Audit Program Generator)
APG memungkinkan tim audit mempersiapkan daftar perencanaan audit mereka. APG memungkinkan tim audit untuk menambah, menghapus atau melakukan modifikasi item-item individual dalam daftar perencanaan audit untuk menyesuaikan antara pekerjaan auditor dengan keperluan klien mereka.
Daftar perencanaan audit dari APG termasuk item-item untuk menetapkan:
• Persetujuan penerimaan tugas
• Persetujuan personel audit terhadap perikatan audit
• Tingkat independensi
• Pengetahuan terhadap kesatuan usaha
• Taksiran kemampuan audit
• Surat Perikatan
• Taksiran risiko audit dan tingkat materialitas
• Taksiran risiko pengendalian
• Tindakan-tindakan melanggar hukum
• Tingkat kesalahan dan ketidakpatuhan
• Prosedur analitikal
• Strategi audit dan program audit
APG dapat membantu dalam memenuhi standar auditing, mempertimbangkan struktur pengendalian internal dalam sebuah laporan keuangan auditan. Standar auditing mengharuskan auditor mendapatkan pemahaman terhadap tiga elemen dari struktur pengendalian dan apakah kebijakan-kebijakan yang relevan, prosedur-prosedur dan catatan-catatan yang mendasar telah diterapkan pada perusahaan yang diaudit.
3. Microsoft Excel
Microsoft Excel adalah program aplikasi yang cukup populer, yang dapat dipastikan ada pada setiap PC, terlepas dari apakah software tersebut asli atau bajakan.
Cara kerja audit berbantuan computer dengan Microsoft Excel sebenarnya hampir sama dengan software yang lain, yaitu setelah file data diimpor atau disalin, maka selanjutnya dapat dilakukan pengolahan/manipulasi data sesuai keperluan audit yang dilakukan, tentunya dengan menginputkan formula-formula yang diperlukan.
Sekalipun demikian, tetap harus diakui bahwa penggunaan Microsoft Excel untuk audit tetap memiliki kekurangan dibandingkan dengan paket software yang memang dikhususkan untuk audit. Hal ini karena file yang telah diimpor atau disalin bukanlah jenis file read only sehingga sangat rentan kesalahan yang diakibatkan kesalahan pengetikan dan pengeditan yang dilakukan. Keterbatasan lainnya adalah keterbatasannya dalam mengenali dan membaca file sumber data, jika dibandingkan dengan program seperti ACL dan IDEA yang mempunyai kemampuan membaca file dalam banyak tife/ekstensi.
4. AUDIT-Easy
Adalah software yang digunakan untuk mengembangkan dan melakukan audit kepatuhan internal dan eksternal.
5. EZ-R Stats
Adalah software audit dengan beberapa kegunaan sebagai berikut:
a. Mengidentifikasi duplikasi, selisih-selisih, jumlah populasi, klasifikasi dan stratifikasi data, univariate statistik, menentukan ukuran sample, persentil/quartile, histogram, dan lainnya.
b. Menentukan prosedur-prosedur seperti misalnya test Hukum Benford (Benford’s Law) besaran nilai kumulatif moneter sampling, interval sampling,cross tabulasi,
c. Dapat digunakan untuk melakukan beberapa pengujian statistik seperti Chi Square, pemeriksaan nomor kartu kredit, penyusunan nomor keatas dan kebawah.
d. Menghasilkan grafik – histogram, garis trend, grafik pareto, dan lain-lain
6. QSAQ
Software ini digunakan untuk menjadwalkan, mengelola analisis dan mengadakan internal audit, penilaian, pengujian dan pemeriksaan. Software ini didesain untuk mengorganisasikan, melangsungkan, mendokumentasikan, dan melaporkan dalam internal audit dan eksternal audit.
7. Random Audit Assistant
Adalah software untuk mendapatkan sample audit yang valid dari batasan audit yang telah ditetapkan.
8. RAT-STATS
Adalah paket software statistik yang didesain untuk membantu auditor dalam menetapkan sample audit secara acak dan mengevaluasi hasilnya
9. Auto Audit
Software ini merupakan sistem informasi audit yang terintegrasi. Software ini memungkinkan departemen audit untuk menyelesaikan pekerjaan mereka dalam satu database. Dengan fasilitas untuk menaksir risiko, perencanaan, penjadwalan, kertas kerja, dan lainnya, maka menggunakan software ini merupakan pilihan yang tepat untuk mengelola sebuah departemen audit.
10. GRC on Demand
Adalah software dengan kegunaan untuk manajemen pengendalian keuangan, otomatisasi audit, risiko manajemen, teknologi informasi pemerintahan.
Audit Operasional Atas Suatu SIA
Berbagai teknik dan prosedur yang digunakan dalam audit operasional hampir sama dengan yang diterapkan dalam audit sistem informasi dan keuangan.
a. Perbedaan utamanya adalah bahwa lingkup audit sistem informasi dibatasi pada pengendalian internal, sementara lingkup audit keuangan dibatasi pada output sistem.
b. Sebaliknya, lingkup audit operasional lebih luas, melintasi seluruh aspek manajemen sistem informasi.
c. Tujuan audit operasional mencakup faktor-faktor seperti: efektivitas, efisiensi, dan pencapaian tujuan.
d. Pengumpulan bukti mencakup kegiatan-kegiatan berikut ini :
– Meninjau kebijakan dokumentasi operasional
– Melakukan konfirmasi atas prosedur dengan pihak manajemen serta personil operasional
e. Prosedur pengumpulan bukti, contoh:
– Mengamati fungsi-fungsi dan kegiatan operasional
– Memeriksa rencana dan laporan keuangan serta operasional
– Menguji akurasi informasi operasional
– Menguji pengendalian
Daftar Pustaka: http://nanienuneno.blogspot.com/2010/11/audit-sistem-informasi-berbasis.html
Sistem Penunjang Keputusan (DSS)
Sistem Penunjang Keputusan (DSS)
Kata Pengantar
Sistem Komputer yang interaktif yang membantu pembuatan keputusan dalam menggunakan dan memanfaatkan data dan model untuk memecahkan masalah yang tidak terstruktur.
Sistem pendukung keputusan (Decision Support System / DSS) pada awalnya diciptakan oleh dua professor di MIT (Anthony Gorry dan Michael S.Morton) pada tahun 70-an. Menurut mereka DSS harus diarahkan untuk mendukung manajemen pada masalah-masalah yang semi-structured (semi-terstruktur), yaitu masalah yang memiliki informasi kurang lengkap sehingga para manajer ragu dalam mengambil keputusan. DSS akan memberi dukungan atau alternatif penyelesaian sehingga para manajer dapat menguji alternatif ini untuk memilihi mana yang terbaik.
Tujuan
Memberikan dukungan untuk pembuatan keputusan pada masalah yang semi/tidak terstruktur.
Memberikan dukungan pembuatan keputusan kepada manajer pada semua tingkat dengan membantu integrasi antar tingkat.
Meningkatkan efektifitas manajer dalam pembuatan keputusan dan bukan peningkatan efisiennya.
Karakteristik SPK
Adaptability
Flexibility
User friendly
Support Intelligence, design, choice
Effectiveness
Tiga Tingkat Teknologi SPK
1. Spesific DSS
Merupakan hardware/software yang memungkinkan seseorang/ sekelompok orang pengambil keputusan melakukan analitis terhadap suatu masalah tertentu.
2. DSS Generator
Suatu paket hardware/software yang mampu secara cepat dan mudah membuat specific DSS
3. DSS Tools
Hardware /software yang membantu pembuatan specific DSS/Generator DSS
Manfaat SPK
Meningkatkan jumlah alternatif yang dipilih
Pemahaman yang lebih baik tentang bisnis
Respon yang cepat terhadap situasi yang tidak diharapkan.
Kontrol yang lebih baik
Komponen Arsitektur SPK
1. Komponen Data
Sumber data
Kontribusi vendor
2. Komponen Dialog
Knowledge Base
Bahasa Tindakan
Bahasa Representasi
3. Komponen Model
Model Optimasi
Model Deskriptif
Model Probabilistik
Model Deterministik
Perbedaan SIM, SPK, EDP
1. SIM
Fokus pada pengorganisasian informasi dari perusahaan
Alur informasi terstruktur
Aktifitas : tanya jawab & penyusunan laporan
2. SPK
Mengkhususkan pada pengambilan dari pada manajer tingkat atas.
Menekankan pada fleksibilitas, adaptibilitas dan mampu memberi respon dengan cepat.
User memiliki kontrol penuh dalam berinteraksi
3. EDP
Fokus pada data
Proses transaksi yang efisien
Mengintegrasi file-file dari pekerjaan sejenis
Membuat ringkasan untuk laporan bagi manajemen.
Menurut Alter ada enam macam dukungan yang bisa diberikan oleh DSS, dari yang paling mudah hingga yang cukup rumit, sebagai berikut:
1. Mengambil elemen-elemen informasi dari database yang tersedia
2. Menganalisis seluruh file laporan dari berbagai unit kerja dalam organisasi
3. Menyiapkan laporan dari berbagai file, misalnya dari file rugi-laba, file analisis penjualan, dsb.
4. Memperkirakan akibat dari suatu alternatif keputusan, disini digunakan model matematis, misalnya model pertumbuhan, lalu beberapa nilai dicoba, dan efek-nya dianalisis, sehingga bisa dipilih yang terbaik
5. Mengusulkan keputusan, user bisa memakai model matematis, misalnya linear-programming, untuk mencari nilai optimal, hasilnya bisa diusulkan sebagai satu keputusan yang harus diambil.
6. Mengambil keputusan, user bisa memilih model yang rumit dan hasil analisis-nya bisa diambil sebagai suatu keputusan.
Model dari suatu Sistem Pendukung Keputusan adalah sebagai berikut:
Perlu ditekankan bahwa tujuan dari DSS adalah:
• Membantu manager dalam membuat keputusan untuk masalah semi-terstruktur
• Mendukung penilaian manager bukan menggantikannya
• Meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan
• Sistem Pendukung Keputusan Klinik
• A. Pengantar
Dalam berbagai literatur mengenai mutu pelayanan klinik mutakhir, sistem pendukung keputusan klinik (SPKK) merupakan salah satu jargon yang sering disebut sebagai salah satu alternatif solusi sistemik untuk mencegah medical error dan mendorong sistem pelayanan kesehatan yang menjunjung aspek kemanan pasien (patient safety). Artikel ini akan membahas mengenai pengertian SPKK (khususnya yang berbasis komputer), karakteristik, berbagai contoh aplikasinya serta prospek masa depan.
• B. Pengertian
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau decision support system merupakan salah satu jenis sistem informasi yang bertujuan untuk menyediakan informasi, membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada pengguna informasi agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik dan berbasis evidence. Secara hirarkis, SPK biasanya dikembangkan untuk pengguna pada tingkatan manajemen menengah dan tertinggi. Dalam pengembangan sistem informasi, SPK baru dapat dikembangkan jika sistem pengolahan transaksi (level pertama) dan sistem informasi manajemen (level kedua) sudah berjalan dengan baik. SPK yang baik harus mampu menggali informasi dari database, melakukan analisis serta memberikan interpretasi dalam bentuk yang mudah dipahami dengan format yang mudah untuk digunakan (user friendly).
Dari sisi konteks, pada dasarnya sebuah Sistem Pendukung Keputusan Klinik (SPKK) adalah SPK yang diterapkan untuk manajemen klinis. Secara definitif SPKK adalah aplikasi perangkat lunak yang mengintegrasikan informasi yang berasal dari pasien (karakteristik demografis, klinis, sosial psikologis) dengan basis pengetahuan (knowledge base) untuk membantu klinisi dan atau pasien dalam membuat keputusan klinis. Pengguna SPKK adalah tenaga kesehatan yang terlibat dalam tata laksana klinis pasien di rumah sakit mulai dari dokter, perawat, bidan, fisioterapis dan lain-lain.
• SPKK tidak harus bersifat elektronis. Kartu Menuju Sehat (KMS) pada dasarnya adalah suatu SPKK sederhana yang menyediakan fasilitas untuk memasukkan data balita secara lengkap mulai dari riwayat persalinan, imunisasi, riwayat minum ASI, berat badan serta grafik yang dilengkapi dengan kriteria status gizi serta panduan tentang bagaimana menginterpretasikan naik turunnya berat badan balita dan dapat digunakan baik oleh tenaga kesehatan maupun orang tua balita. Model SPKK manual lainnya adalah penerapan berbagai algoritma klinis untuk penanganan penyakit tertentu. Namun, dalam tulisan ini kita akan lebih banyak mengulas tentang SPKK yang berbasis komputer.
• Sebagaimana ditampilkan pada gambar 1, SPKK tersusun atas komponen sebagai berikut:
Database yaitu kumpulan data yang tersusun secara terstruktur dan dalam format elektronik yang mudah diolah oleh program komputer. Database ini menghimpun berbagai jenis data baik yang berasal dari pasien, obat (jenis, dosis, indikasi, kontraindikasi dll), dokter/perawat dll.
Knowledge base: merupakan kumpulan pengetahuan kedokteran yang merupakan sintesis dari berbagai literatur, protokol klinik (clinical guidelines), pendapat pakar maupun hasil penelitian lainnya yang sudah diterjemahkan dalam bahasa yang dapat dipahami oleh komputer.
Instrumen : adalah alat yang dapat mengumpulkan data klinis seperti: alat pemeriksaan laboratorium, EKG, radiologis dan lain-lain. Keberadaan instrumen dalam suatu SPKK tidak mutlak.
Mesin inferensial (inference engine) : merupakan program utama dalam suatu SPKK yang mengendalikan keseluruhan sistem, mulai dari menangkap informasi yang berasal dari pasien, mengkonsultasikannya dengan knowledge base dan memberikan hasil interpretasinya kepada pengguna.
Antar muka (user interface) : adalah tampilan program komputer yang memungkinkan pengguna berkonsultasi untuk memasukkan data, memilih menu hingga mendapatkan hasil baik berupa teks, grafis, sinyal, simbol dan bentuk interaktivitas lainnya. Interaktivitas dapat bersifat aktif-otomatis maupun pasif.
• Jika mesin inferensial adalah program utama yang mengendalikan SPKK maka knowledge base adalah otaknya. Knowledge base dapat diibaratkan sebagai tiruan manusia (dokter) yang ditanamkan ke dalam komputer agar komputer dapat berpikir dan mengambil keputusan sebagaimana manusia(dokter) aslinya. Knowledge base biasanya dikembangkan menggunakan berbagai metode matematis (statistik) seperti Bayesian, neural network maupun aturan simbolis sederhana (IF-THEN). MYCIN, salah satu program SPKK yang paling populer dan dikembangkan pada tahun 1974 menggunakan metode aturan simbolis sederhana seperti pada gambar 2:
Gambar 2. Salah satu rule dalam program MYCIN
ATURAN no 543
JIKA :
jenis infeksinya adalah meningitis
tipe infeksinya adalah bakterial
pasien sedang mendapatkan terapi kortikosteroid
• MAKA
Organisme yang mungkin menyebabkan infeksi adalah e.coli (0.4), klebsiella-pneumoniae(0.2), atau pseudomonas aeruginosa(0.1)
Dalam program tersebut, angka 1 menunjukkan derajat kepastian adalah 100% sebaliknya angka -1 menunjukkan derajat ketidakpastian sebesar 100 %. Angka tersebut merupakan hasil sintesis dari berbagai studi dan pendapat pakar. Terdapat juga SPKK yang knowledge basednya menggunakan metode Bayesian untuk manajemen klinis pneumonia seperti pada gambar 3.
Gambar 3. Contoh penghitungan risiko mortalitas pada penderita pneumonia yang menggunakan pendekatan statistik Bayesian.
• C. Fungsi SPKK
Alasan mengapa SPKK disebut-sebut sebagai salah satu alternatif untuk mencegah medical error dan mendorong patient safety terletak pada potensi dan fungsinya. SPKK secara umum akan bermanfaat bagi dokter dalam pengambilan keputusan karena memiliki fungsi mulai dari alerting, assisting, critiquing, diagnosis hingga ke manajemen.
a. Alerting
Alert otomatis akan muncul dan memberikan data serta informasi kepada dokter secara cepat pada situasi kritis yang kadang membahayakan. Pada kondisi tersebut, informasi yang lengkap sangat penting dalam pengambilan keputusan, misalnya: nilai laboratorium abnormal, kecenderungan vital sign, kontraindikasi pengobatan maupun kegagalan prosedur tertentu. Sistem alert telah digunakan secara rutin dalam program HELP (Health Evaluation through Logical Processing) mampu menurunkan laju infeksi pasca operatif dari 13% ke 5.5% per hari dan menurunkan prosentase pemberian antibiotik berlebihan dari 35% ke 18%.Gambar 4 menampilkan contoh SPKK yang memberikan alert jika ada permintaan pemeriksaan laboratorium yang berlebihan.
b. Interpretasi
Interpretasi merupakan asimilasi dari data klinis untuk memahami data pasien. Contoh sederhana adalah mesin penginterpretasi EKG, analisis gas datah maupun pemeriksaan radiologis.
• c. Assisting (memberikan bantuan)
Adalah contoh SPKK yang bertujuan untuk mempermudah atau mempercepat aktivitas klinis. SPKK yang bersifat hibrid (campuran manual dan elektronik) akan memberikan hasil print out sintesis data pasien yang mengarahkan kepada tindakan manajemen selanjutnya. Pada sistem yang online, SPKK akan menampilkan seluruh data dalam tampilan grafis yang mudah dilihat dan komprehensif seperti pada gambar 5.
Gambar 5. Tampilan grafis rekam medis elektronik yang menampilkan data pasien secara lengkap hingga ke perhitungan risikonya.
• d. Critiquing (memberikan kritik)
Jenis aplikasi ini akan memberikan kritik kepada pengguna untuk memverifikasi keputusan klinis yang telah dipilih. Berbagai contoh aplikasi SPKK jenis ini dapat bermanfaat untuk mencegah permintaan pemeriksaan klinis yang tidak tepat (seperti pada gambar 6), pemberian obat yang tidak sesuai dengan indikasi maupun penerapan protokol klinik.
• e. Diagnosis
Merupakan contoh aplikasi SPKK yang paling populer dan banyak dipublikasikan sejak tahun 1970-an. Tujuan aplikasi ini adalah memberikan daftar probabilitas berbagai differential diagnosis berdasarkan data pasien yang diinputkan ke dalam komputer.
• e. Manajemen
Pada dasarnya, aplikasi jenis ini bertujuan untuk meningkatkan/memperbaiki sistem manajemen klinis yang ada, mulai dari operasional rumah sakit, alokasi sumber daya (termasuk SDM) hingga ke assessment terhadap perubahan pola penyakit yang dirawat.
Gambar 6. Saran tentang pilihan cara pengambilan pemeriksaan rontgen abdomen..
• d. Perkembangan SPKK
Hingga saat ini, banyak sekali publikasi mengenai SPKK yang dapat ditemukan di jurnal internasional dengan berbagai kategori. Tabel 1 menyajikan tiga kategori utama SPKK, yaitu SPKK berspektrum luas, mengenah dan kecil dengan contoh aplikasinya masing-masing.
• Namun, pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua aplikasi SPKK diterapkan dalam praktek sehari-hari. Pada waktu awal, gairah riset untuk pengembangan SPKK terpesona dengan kemampuan komputer untuk melakukan analisis secara cepat dan mengumpulkan data yang cukup besar. Sehingga tujuan pengembangan SPKK seakan-akan bertujuan untuk mengganti peran dokter (ingat pertarungan catur Gary Kasparov melawan Deep Blue). Model konsultasi diagnosisk pada program INTERNIST-I pada tahun 1974 menempatkan dokter sebagai pihak yang tidak mampu melakukan diagnosis. Sehingga, dokter diminta untuk memasukkan semua informasi pasien, mulai dari riwayat penyakit, data laboratorium hingga temuan pemeriksaan fisik ke dalam program tersebut untuk mendapatkan hasilnya. Dokter hanya berperan sebagai observer yang pasif dan menjawab YES atau NO terhadap pertanyaan dari INTERNIST-I. Meskipun dari sisi teknis, program INTERNIST-I memiliki kemampuan tinggi untuk mendiagonosis penyakit, tetapi di lapangan tidak ada dokter yang mau memfeed komputer dengan hasil temuannya. Di sisi lain, sangatlah wajar apabila banyak dokter yang menolak SPKK karena aplikasi ini cenderung membatasi otoritas seorang dokter. Namun di sisi lain, perkembangan teknologi informasi menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan yang memungkinkan rumahsakit mengintegrasikan berbagai sumber data menggunakan perangkat keras yang semakin mini (komputer yang dikembangkan untuk SPKK pada tahun 1970-an ukurannya sebesar lemari) dan terintegrasi dengan jaringan (termasuk jalur nir kabel). Di Kanada, 50 persen dokter di bawah usia 35 tahun saat ini sudah menggunakan PDA dan aktif mendownload berbagai e-book tentang clinical guidelines yang terdapat di Internet.
• Dalam analisisnya tentang perkembangan SPKK, Bates et al menyarankan 10 syarat agar SPKK diterapkan di lapangan, sebagai berikut:
Speed is everything
Anticipate needs and deliver in a real time
Fit into the user’s workflow
Little things can make a big difference
Recognize that physician will strongly resist stopping
Changing direction is easier than stopping
Simple interventions work best
Ask for additional information only when you really need it
Monitor impact, get feedback and respond
Manage and maintain your knowledge based systems
D. Penutup
Sistem pendukung keputusan klinik yang spesifik akan terus berkembang dan meluas penggunaannya. Analisis EKG, interpretasi analisis gas darah, elektroforesis protein serta hitung jenis sel darah berkomputer merupakan beberapa contoh kecil keberhasilan SPK di bidang klinik.
Namun demikian, SPKK generik yang berskala besar masih dipertanyakan. Hal ini sangat tergantung kepada konstruksi dan pemeliharaan basis pengetahuan medis (medical knowledge base). Seperti kita, ketahui, sampai sekarang, sebagian besar rumah sakit di Indonesia masih berkutat dengan subsistem informasi keuangan (khususnya billing). Meskipun, beberapa rumah sakit sudah mengembangkan database rekam medis, tetapi masih terbatas pada pengumpulan data demografis dan diagnosis. Medical knowledge base memerlukan effort yang besar karena harus mengembangkan database klinis pasien (dengan mengumpulkan data diagnosis, simtom, faktor risiko, multimedia, laboratorium hingga ke genetis) serta sumber daya manusia yang konsisten dan terus menerus memelihara dan mengkaji perkembangan mutakhir yang terdapat dalam database pasien serta sumber-sumber literatur kedokteran mutakhir, seperti MEDLINE. Perkembangan pengetahuan terbaru selanjutnya diadaptasi menjadi basis literatur dan dikombinasikan dengan protokol klinik dan outcome terbaik dalam pelayanan klinik sebagai bahan makanan bagi SPKK agar tetap terjaga kekiniannya (gambar 7). Oleh karena itu, pengembangan SPKK jenis ini biasanya sesuai untuk rumah sakit tipe B pendidikan yang memiliki komitmen lebih jelas dalam aspek riset. Sebagian besar literatur yang menjelaskan keberhasilan SPKKpun juga berasal dari institusi besar, dengan jenis layanan tersier dan mayoritas penggunanya adalah residen.
• Di sisi yang lain, mengembangkan SPKK generik untuk taraf menengah dan kecil, agar dapat digunakan oleh dokter praktek umum juga sangat dilematis. Kecuali, jika SPKK tersebut didesain dalam bentuk tertentu yang justru akan meningkatkan image dokter di mata pasien. Oleh karena itu, salah satu harapan agar semakin banyak dokter menggunakan SPKK adalah integrasi modul SPKK dengan perangkat yang handy yaitu personal digital assistant (PDA). Namun, hingga saat ini SPKK yang terdapat dalam bentuk PDA lebih banyak bertujuan membantu dokter dalam memilih jenis terapi. Akan tetapi, kemampuan PDA untuk menyimpan database dalam skala besar masih dalam perkembangan. Di rumah sakit besar, pemanfaatan PDA dapat difasilitasi dengan jaringan nir kabel yangmemungkinkan koneksi ke database pasien di rumah sakit.
• Sebagai penutup SPKK memiliki prospek yang sangat baik di masa depan. Para peneliti serta publikasi mengenai SPKK menunjukkan pertumbuhan yang meyakinkan dengan jenis aplikasi SPKK yang semakin beragam. Di sisi lain perusahan komersial yang tertarik dengan SPKK juga semakin banyak. Namun, di sisi lain perlu diimbangi dengan assessment tentang cost effectiveness serta prosedur pengujian dan standar mutunya. Semua hal tersebut nantinya akan mendorong perkembangan SPKK baru yang produktif, teruji dan (yang penting lagi) digunakan dalam praktek klinis.
• Referensi
Aronsky, D Haug, PJ. An Integrated Decision Support System for Diagnosing and Managing Patients with Community-Acquired Pneumonia. Proceding of AMIA Conference 2002
• Zupana, B, Porenta, A. Vidmard, G, Aoki, N. Bratko, I. Beckc, JR.Decisions at Hand: A Decision Support System on Handhelds. Proceeding of MEDINFO 2001 in V. Patel et al. (Eds)Amsterdam: IOS Press 2001
• Bates DW, Kuperman, GJ, Wang, S, Gandhi, T, Kittler, A, Volk, L. Spurr, C, Khorasani, R. Tanasijevic, M. Middleton, B. Ten Commandments for Effective Clinical Decision Support: Making the Practice of Evidence-based Medicine a Reality. J Am Med Inform Assoc. 2003;10:523–530.
Daftar Pustaka
• Kategori: informatika kedokteran
• Ditulis dalam informatika kedokteran, rumah sakit, sistem informasi
Kata Pengantar
Sistem Komputer yang interaktif yang membantu pembuatan keputusan dalam menggunakan dan memanfaatkan data dan model untuk memecahkan masalah yang tidak terstruktur.
Sistem pendukung keputusan (Decision Support System / DSS) pada awalnya diciptakan oleh dua professor di MIT (Anthony Gorry dan Michael S.Morton) pada tahun 70-an. Menurut mereka DSS harus diarahkan untuk mendukung manajemen pada masalah-masalah yang semi-structured (semi-terstruktur), yaitu masalah yang memiliki informasi kurang lengkap sehingga para manajer ragu dalam mengambil keputusan. DSS akan memberi dukungan atau alternatif penyelesaian sehingga para manajer dapat menguji alternatif ini untuk memilihi mana yang terbaik.
Tujuan
Memberikan dukungan untuk pembuatan keputusan pada masalah yang semi/tidak terstruktur.
Memberikan dukungan pembuatan keputusan kepada manajer pada semua tingkat dengan membantu integrasi antar tingkat.
Meningkatkan efektifitas manajer dalam pembuatan keputusan dan bukan peningkatan efisiennya.
Karakteristik SPK
Adaptability
Flexibility
User friendly
Support Intelligence, design, choice
Effectiveness
Tiga Tingkat Teknologi SPK
1. Spesific DSS
Merupakan hardware/software yang memungkinkan seseorang/ sekelompok orang pengambil keputusan melakukan analitis terhadap suatu masalah tertentu.
2. DSS Generator
Suatu paket hardware/software yang mampu secara cepat dan mudah membuat specific DSS
3. DSS Tools
Hardware /software yang membantu pembuatan specific DSS/Generator DSS
Manfaat SPK
Meningkatkan jumlah alternatif yang dipilih
Pemahaman yang lebih baik tentang bisnis
Respon yang cepat terhadap situasi yang tidak diharapkan.
Kontrol yang lebih baik
Komponen Arsitektur SPK
1. Komponen Data
Sumber data
Kontribusi vendor
2. Komponen Dialog
Knowledge Base
Bahasa Tindakan
Bahasa Representasi
3. Komponen Model
Model Optimasi
Model Deskriptif
Model Probabilistik
Model Deterministik
Perbedaan SIM, SPK, EDP
1. SIM
Fokus pada pengorganisasian informasi dari perusahaan
Alur informasi terstruktur
Aktifitas : tanya jawab & penyusunan laporan
2. SPK
Mengkhususkan pada pengambilan dari pada manajer tingkat atas.
Menekankan pada fleksibilitas, adaptibilitas dan mampu memberi respon dengan cepat.
User memiliki kontrol penuh dalam berinteraksi
3. EDP
Fokus pada data
Proses transaksi yang efisien
Mengintegrasi file-file dari pekerjaan sejenis
Membuat ringkasan untuk laporan bagi manajemen.
Menurut Alter ada enam macam dukungan yang bisa diberikan oleh DSS, dari yang paling mudah hingga yang cukup rumit, sebagai berikut:
1. Mengambil elemen-elemen informasi dari database yang tersedia
2. Menganalisis seluruh file laporan dari berbagai unit kerja dalam organisasi
3. Menyiapkan laporan dari berbagai file, misalnya dari file rugi-laba, file analisis penjualan, dsb.
4. Memperkirakan akibat dari suatu alternatif keputusan, disini digunakan model matematis, misalnya model pertumbuhan, lalu beberapa nilai dicoba, dan efek-nya dianalisis, sehingga bisa dipilih yang terbaik
5. Mengusulkan keputusan, user bisa memakai model matematis, misalnya linear-programming, untuk mencari nilai optimal, hasilnya bisa diusulkan sebagai satu keputusan yang harus diambil.
6. Mengambil keputusan, user bisa memilih model yang rumit dan hasil analisis-nya bisa diambil sebagai suatu keputusan.
Model dari suatu Sistem Pendukung Keputusan adalah sebagai berikut:
Perlu ditekankan bahwa tujuan dari DSS adalah:
• Membantu manager dalam membuat keputusan untuk masalah semi-terstruktur
• Mendukung penilaian manager bukan menggantikannya
• Meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan
• Sistem Pendukung Keputusan Klinik
• A. Pengantar
Dalam berbagai literatur mengenai mutu pelayanan klinik mutakhir, sistem pendukung keputusan klinik (SPKK) merupakan salah satu jargon yang sering disebut sebagai salah satu alternatif solusi sistemik untuk mencegah medical error dan mendorong sistem pelayanan kesehatan yang menjunjung aspek kemanan pasien (patient safety). Artikel ini akan membahas mengenai pengertian SPKK (khususnya yang berbasis komputer), karakteristik, berbagai contoh aplikasinya serta prospek masa depan.
• B. Pengertian
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau decision support system merupakan salah satu jenis sistem informasi yang bertujuan untuk menyediakan informasi, membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada pengguna informasi agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik dan berbasis evidence. Secara hirarkis, SPK biasanya dikembangkan untuk pengguna pada tingkatan manajemen menengah dan tertinggi. Dalam pengembangan sistem informasi, SPK baru dapat dikembangkan jika sistem pengolahan transaksi (level pertama) dan sistem informasi manajemen (level kedua) sudah berjalan dengan baik. SPK yang baik harus mampu menggali informasi dari database, melakukan analisis serta memberikan interpretasi dalam bentuk yang mudah dipahami dengan format yang mudah untuk digunakan (user friendly).
Dari sisi konteks, pada dasarnya sebuah Sistem Pendukung Keputusan Klinik (SPKK) adalah SPK yang diterapkan untuk manajemen klinis. Secara definitif SPKK adalah aplikasi perangkat lunak yang mengintegrasikan informasi yang berasal dari pasien (karakteristik demografis, klinis, sosial psikologis) dengan basis pengetahuan (knowledge base) untuk membantu klinisi dan atau pasien dalam membuat keputusan klinis. Pengguna SPKK adalah tenaga kesehatan yang terlibat dalam tata laksana klinis pasien di rumah sakit mulai dari dokter, perawat, bidan, fisioterapis dan lain-lain.
• SPKK tidak harus bersifat elektronis. Kartu Menuju Sehat (KMS) pada dasarnya adalah suatu SPKK sederhana yang menyediakan fasilitas untuk memasukkan data balita secara lengkap mulai dari riwayat persalinan, imunisasi, riwayat minum ASI, berat badan serta grafik yang dilengkapi dengan kriteria status gizi serta panduan tentang bagaimana menginterpretasikan naik turunnya berat badan balita dan dapat digunakan baik oleh tenaga kesehatan maupun orang tua balita. Model SPKK manual lainnya adalah penerapan berbagai algoritma klinis untuk penanganan penyakit tertentu. Namun, dalam tulisan ini kita akan lebih banyak mengulas tentang SPKK yang berbasis komputer.
• Sebagaimana ditampilkan pada gambar 1, SPKK tersusun atas komponen sebagai berikut:
Database yaitu kumpulan data yang tersusun secara terstruktur dan dalam format elektronik yang mudah diolah oleh program komputer. Database ini menghimpun berbagai jenis data baik yang berasal dari pasien, obat (jenis, dosis, indikasi, kontraindikasi dll), dokter/perawat dll.
Knowledge base: merupakan kumpulan pengetahuan kedokteran yang merupakan sintesis dari berbagai literatur, protokol klinik (clinical guidelines), pendapat pakar maupun hasil penelitian lainnya yang sudah diterjemahkan dalam bahasa yang dapat dipahami oleh komputer.
Instrumen : adalah alat yang dapat mengumpulkan data klinis seperti: alat pemeriksaan laboratorium, EKG, radiologis dan lain-lain. Keberadaan instrumen dalam suatu SPKK tidak mutlak.
Mesin inferensial (inference engine) : merupakan program utama dalam suatu SPKK yang mengendalikan keseluruhan sistem, mulai dari menangkap informasi yang berasal dari pasien, mengkonsultasikannya dengan knowledge base dan memberikan hasil interpretasinya kepada pengguna.
Antar muka (user interface) : adalah tampilan program komputer yang memungkinkan pengguna berkonsultasi untuk memasukkan data, memilih menu hingga mendapatkan hasil baik berupa teks, grafis, sinyal, simbol dan bentuk interaktivitas lainnya. Interaktivitas dapat bersifat aktif-otomatis maupun pasif.
• Jika mesin inferensial adalah program utama yang mengendalikan SPKK maka knowledge base adalah otaknya. Knowledge base dapat diibaratkan sebagai tiruan manusia (dokter) yang ditanamkan ke dalam komputer agar komputer dapat berpikir dan mengambil keputusan sebagaimana manusia(dokter) aslinya. Knowledge base biasanya dikembangkan menggunakan berbagai metode matematis (statistik) seperti Bayesian, neural network maupun aturan simbolis sederhana (IF-THEN). MYCIN, salah satu program SPKK yang paling populer dan dikembangkan pada tahun 1974 menggunakan metode aturan simbolis sederhana seperti pada gambar 2:
Gambar 2. Salah satu rule dalam program MYCIN
ATURAN no 543
JIKA :
jenis infeksinya adalah meningitis
tipe infeksinya adalah bakterial
pasien sedang mendapatkan terapi kortikosteroid
• MAKA
Organisme yang mungkin menyebabkan infeksi adalah e.coli (0.4), klebsiella-pneumoniae(0.2), atau pseudomonas aeruginosa(0.1)
Dalam program tersebut, angka 1 menunjukkan derajat kepastian adalah 100% sebaliknya angka -1 menunjukkan derajat ketidakpastian sebesar 100 %. Angka tersebut merupakan hasil sintesis dari berbagai studi dan pendapat pakar. Terdapat juga SPKK yang knowledge basednya menggunakan metode Bayesian untuk manajemen klinis pneumonia seperti pada gambar 3.
Gambar 3. Contoh penghitungan risiko mortalitas pada penderita pneumonia yang menggunakan pendekatan statistik Bayesian.
• C. Fungsi SPKK
Alasan mengapa SPKK disebut-sebut sebagai salah satu alternatif untuk mencegah medical error dan mendorong patient safety terletak pada potensi dan fungsinya. SPKK secara umum akan bermanfaat bagi dokter dalam pengambilan keputusan karena memiliki fungsi mulai dari alerting, assisting, critiquing, diagnosis hingga ke manajemen.
a. Alerting
Alert otomatis akan muncul dan memberikan data serta informasi kepada dokter secara cepat pada situasi kritis yang kadang membahayakan. Pada kondisi tersebut, informasi yang lengkap sangat penting dalam pengambilan keputusan, misalnya: nilai laboratorium abnormal, kecenderungan vital sign, kontraindikasi pengobatan maupun kegagalan prosedur tertentu. Sistem alert telah digunakan secara rutin dalam program HELP (Health Evaluation through Logical Processing) mampu menurunkan laju infeksi pasca operatif dari 13% ke 5.5% per hari dan menurunkan prosentase pemberian antibiotik berlebihan dari 35% ke 18%.Gambar 4 menampilkan contoh SPKK yang memberikan alert jika ada permintaan pemeriksaan laboratorium yang berlebihan.
b. Interpretasi
Interpretasi merupakan asimilasi dari data klinis untuk memahami data pasien. Contoh sederhana adalah mesin penginterpretasi EKG, analisis gas datah maupun pemeriksaan radiologis.
• c. Assisting (memberikan bantuan)
Adalah contoh SPKK yang bertujuan untuk mempermudah atau mempercepat aktivitas klinis. SPKK yang bersifat hibrid (campuran manual dan elektronik) akan memberikan hasil print out sintesis data pasien yang mengarahkan kepada tindakan manajemen selanjutnya. Pada sistem yang online, SPKK akan menampilkan seluruh data dalam tampilan grafis yang mudah dilihat dan komprehensif seperti pada gambar 5.
Gambar 5. Tampilan grafis rekam medis elektronik yang menampilkan data pasien secara lengkap hingga ke perhitungan risikonya.
• d. Critiquing (memberikan kritik)
Jenis aplikasi ini akan memberikan kritik kepada pengguna untuk memverifikasi keputusan klinis yang telah dipilih. Berbagai contoh aplikasi SPKK jenis ini dapat bermanfaat untuk mencegah permintaan pemeriksaan klinis yang tidak tepat (seperti pada gambar 6), pemberian obat yang tidak sesuai dengan indikasi maupun penerapan protokol klinik.
• e. Diagnosis
Merupakan contoh aplikasi SPKK yang paling populer dan banyak dipublikasikan sejak tahun 1970-an. Tujuan aplikasi ini adalah memberikan daftar probabilitas berbagai differential diagnosis berdasarkan data pasien yang diinputkan ke dalam komputer.
• e. Manajemen
Pada dasarnya, aplikasi jenis ini bertujuan untuk meningkatkan/memperbaiki sistem manajemen klinis yang ada, mulai dari operasional rumah sakit, alokasi sumber daya (termasuk SDM) hingga ke assessment terhadap perubahan pola penyakit yang dirawat.
Gambar 6. Saran tentang pilihan cara pengambilan pemeriksaan rontgen abdomen..
• d. Perkembangan SPKK
Hingga saat ini, banyak sekali publikasi mengenai SPKK yang dapat ditemukan di jurnal internasional dengan berbagai kategori. Tabel 1 menyajikan tiga kategori utama SPKK, yaitu SPKK berspektrum luas, mengenah dan kecil dengan contoh aplikasinya masing-masing.
• Namun, pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua aplikasi SPKK diterapkan dalam praktek sehari-hari. Pada waktu awal, gairah riset untuk pengembangan SPKK terpesona dengan kemampuan komputer untuk melakukan analisis secara cepat dan mengumpulkan data yang cukup besar. Sehingga tujuan pengembangan SPKK seakan-akan bertujuan untuk mengganti peran dokter (ingat pertarungan catur Gary Kasparov melawan Deep Blue). Model konsultasi diagnosisk pada program INTERNIST-I pada tahun 1974 menempatkan dokter sebagai pihak yang tidak mampu melakukan diagnosis. Sehingga, dokter diminta untuk memasukkan semua informasi pasien, mulai dari riwayat penyakit, data laboratorium hingga temuan pemeriksaan fisik ke dalam program tersebut untuk mendapatkan hasilnya. Dokter hanya berperan sebagai observer yang pasif dan menjawab YES atau NO terhadap pertanyaan dari INTERNIST-I. Meskipun dari sisi teknis, program INTERNIST-I memiliki kemampuan tinggi untuk mendiagonosis penyakit, tetapi di lapangan tidak ada dokter yang mau memfeed komputer dengan hasil temuannya. Di sisi lain, sangatlah wajar apabila banyak dokter yang menolak SPKK karena aplikasi ini cenderung membatasi otoritas seorang dokter. Namun di sisi lain, perkembangan teknologi informasi menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan yang memungkinkan rumahsakit mengintegrasikan berbagai sumber data menggunakan perangkat keras yang semakin mini (komputer yang dikembangkan untuk SPKK pada tahun 1970-an ukurannya sebesar lemari) dan terintegrasi dengan jaringan (termasuk jalur nir kabel). Di Kanada, 50 persen dokter di bawah usia 35 tahun saat ini sudah menggunakan PDA dan aktif mendownload berbagai e-book tentang clinical guidelines yang terdapat di Internet.
• Dalam analisisnya tentang perkembangan SPKK, Bates et al menyarankan 10 syarat agar SPKK diterapkan di lapangan, sebagai berikut:
Speed is everything
Anticipate needs and deliver in a real time
Fit into the user’s workflow
Little things can make a big difference
Recognize that physician will strongly resist stopping
Changing direction is easier than stopping
Simple interventions work best
Ask for additional information only when you really need it
Monitor impact, get feedback and respond
Manage and maintain your knowledge based systems
D. Penutup
Sistem pendukung keputusan klinik yang spesifik akan terus berkembang dan meluas penggunaannya. Analisis EKG, interpretasi analisis gas darah, elektroforesis protein serta hitung jenis sel darah berkomputer merupakan beberapa contoh kecil keberhasilan SPK di bidang klinik.
Namun demikian, SPKK generik yang berskala besar masih dipertanyakan. Hal ini sangat tergantung kepada konstruksi dan pemeliharaan basis pengetahuan medis (medical knowledge base). Seperti kita, ketahui, sampai sekarang, sebagian besar rumah sakit di Indonesia masih berkutat dengan subsistem informasi keuangan (khususnya billing). Meskipun, beberapa rumah sakit sudah mengembangkan database rekam medis, tetapi masih terbatas pada pengumpulan data demografis dan diagnosis. Medical knowledge base memerlukan effort yang besar karena harus mengembangkan database klinis pasien (dengan mengumpulkan data diagnosis, simtom, faktor risiko, multimedia, laboratorium hingga ke genetis) serta sumber daya manusia yang konsisten dan terus menerus memelihara dan mengkaji perkembangan mutakhir yang terdapat dalam database pasien serta sumber-sumber literatur kedokteran mutakhir, seperti MEDLINE. Perkembangan pengetahuan terbaru selanjutnya diadaptasi menjadi basis literatur dan dikombinasikan dengan protokol klinik dan outcome terbaik dalam pelayanan klinik sebagai bahan makanan bagi SPKK agar tetap terjaga kekiniannya (gambar 7). Oleh karena itu, pengembangan SPKK jenis ini biasanya sesuai untuk rumah sakit tipe B pendidikan yang memiliki komitmen lebih jelas dalam aspek riset. Sebagian besar literatur yang menjelaskan keberhasilan SPKKpun juga berasal dari institusi besar, dengan jenis layanan tersier dan mayoritas penggunanya adalah residen.
• Di sisi yang lain, mengembangkan SPKK generik untuk taraf menengah dan kecil, agar dapat digunakan oleh dokter praktek umum juga sangat dilematis. Kecuali, jika SPKK tersebut didesain dalam bentuk tertentu yang justru akan meningkatkan image dokter di mata pasien. Oleh karena itu, salah satu harapan agar semakin banyak dokter menggunakan SPKK adalah integrasi modul SPKK dengan perangkat yang handy yaitu personal digital assistant (PDA). Namun, hingga saat ini SPKK yang terdapat dalam bentuk PDA lebih banyak bertujuan membantu dokter dalam memilih jenis terapi. Akan tetapi, kemampuan PDA untuk menyimpan database dalam skala besar masih dalam perkembangan. Di rumah sakit besar, pemanfaatan PDA dapat difasilitasi dengan jaringan nir kabel yangmemungkinkan koneksi ke database pasien di rumah sakit.
• Sebagai penutup SPKK memiliki prospek yang sangat baik di masa depan. Para peneliti serta publikasi mengenai SPKK menunjukkan pertumbuhan yang meyakinkan dengan jenis aplikasi SPKK yang semakin beragam. Di sisi lain perusahan komersial yang tertarik dengan SPKK juga semakin banyak. Namun, di sisi lain perlu diimbangi dengan assessment tentang cost effectiveness serta prosedur pengujian dan standar mutunya. Semua hal tersebut nantinya akan mendorong perkembangan SPKK baru yang produktif, teruji dan (yang penting lagi) digunakan dalam praktek klinis.
• Referensi
Aronsky, D Haug, PJ. An Integrated Decision Support System for Diagnosing and Managing Patients with Community-Acquired Pneumonia. Proceding of AMIA Conference 2002
• Zupana, B, Porenta, A. Vidmard, G, Aoki, N. Bratko, I. Beckc, JR.Decisions at Hand: A Decision Support System on Handhelds. Proceeding of MEDINFO 2001 in V. Patel et al. (Eds)Amsterdam: IOS Press 2001
• Bates DW, Kuperman, GJ, Wang, S, Gandhi, T, Kittler, A, Volk, L. Spurr, C, Khorasani, R. Tanasijevic, M. Middleton, B. Ten Commandments for Effective Clinical Decision Support: Making the Practice of Evidence-based Medicine a Reality. J Am Med Inform Assoc. 2003;10:523–530.
Daftar Pustaka
• Kategori: informatika kedokteran
• Ditulis dalam informatika kedokteran, rumah sakit, sistem informasi
TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI UNGGULAN KOMPETITIF
• Home
• Search Anythings
• Just Add Me
• My Campus
• Ensiklopedia
• Kaskus
Aliajah’s Blog
TaLk LeSs Do mOrE
Stay updated via RSS
________________________________________
• My live my storie
• Blogroll
o WordPress.com
o WordPress.org
• This Me
• Cek Your Date
October 2010
M T W T F S S
« Jun
Nov »
TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI UNGGULAN KOMPETITIF
PENDAHULUAN
Saat ini kompetisi bagi perusahaan – perusahaan di bidang apapun sangat ketat dan perusahaan sangat dituntut untuk kreatif dan inovatif, serta juga mampu menarik perhatian konsumen. Dengan semakin banyaknya persaingan maka perusahaan membutuhkan nilai plus yang dapat membedakan perusahaan dengan pesaing lainnya.
Selain perusahaan harus mempunyai produk yang berkualitas, tetapi juga perusahaan harus selalu update dengan informasi yang ada dan mampu memanfaatkan informasi tersebut untuk kelangsungan perusahaannya bukan hanya untuk jangka pendek tetapi untuk jangka yang panjang agar perusahaan dapat terus bertahan(going concern).
PERUSAHAAN DALAM LINGKUNGANNYA
Sistem perusahaan adalah sistem lingkaran tertutup dalam arti dikendalikan oleh manajemen, menggunakan informasi umpan balik untuk meyakinkan bahwa tujuan-tujuannya tercapai. Perusahaan juga merupakan sistem terbuka dimana perusahaan mengambil sumber daya dari lingkungan, mengubahnya menjadi barang dan jasa, dan mengembalikan sumber daya tersebut kepada lingkungan.
Terdapat delapan jenis elemen utama yang ada dalam lingkungan semua perusahaan. Delapan elemen ini adalah organisasi atau individu yang berada di luar perusahaan dan memiliki pengaruh langsung atau tidak langsung pada perusahaan.
Delapan elemen ini meliputi:
• Pemasok menyediakan material, mesin, jasa, dan informasi yang digunakan perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa
• Pelanggan mencakup pemakai saat ini dan calon pemakai
• Serikat buruh adalah organisasi bagi tenaga kerja terampil maupun tidak terampil
• Masyarakat keuangan terdiri dari lembaga-lembaga yang mempengaruhi sumber daya uang yang tersedia perusahaan
• Pemegang saham atau pemilik adalah orang-orang yang menanamkan modalnya di perusahaan
• Pemerintah yakni orang yang memberikan batasan-batasan dalam bentuk undang-undang dan peraturan serta memberikan bantuan dalam bentuk pembelian, informasi, dan dana
• Masyarakat global adalah wilayah geografis tempat perusahaan melakukan operasinya Perusahaan dihubungkan dengan elemen-elemen ini melalui arus sumber daya. Semua sumber daya dari lingkungan yang memasuki perusahaan akhirnya kembali kepada lingkungan. Arus yang sering mengalir mencakup arus informasi dari pelanggan, arus material kepada pelanggan, arus uang kepada pemegang saham, arus mesin dari pemasok, dan arus pekerja dari serikat buruh. Arus yang agak jarang meliputi arus uang dari pemerintah, arus material kepada pemasok, dan arus pekerja kepada pesaing. Satu-satunya sumber daya yang menghubungkan perusahaan dengan semua elemen tersebut adalah informasi.
KEUNGGULAN KOMPETITIF
Banyak cara untuk mencapai keunggulan kompetitif, diantaranya adalah:
• Menyediakan barang dan jasa dengan harga murah,
• Menyediakan barang dan jasa dengan kualitas yang lebih baik daripada pesaing,
• Memenuhi kebutuhan khusus statu segmen pasar tertentu.
Pada bidang komputer, keunggulan kompetitif mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan leverage di pasaran. Manajer dapat menggunakan sumber daya fisik dan konseptual untuk mencapai tujuan.
Beberapa perusahaan telah dapat mempublikasikan secara luas perusahaannya karena menggunakan informasi untuk mencapai keunggulan kompetitif. Diantaranya:
• American Airlines dengan sistem pemesanan penerbangan “Sambre”-nya
• American Hospital Supply dengan jeringan EDI(Electronic Data Interchange)
• Mc Kesson Drug dengan system distribusinya yang disebut Economost.
Hal penting yang harus diperhatikan untuk mencapai keunggulan – keunggulan tersebut adalah:
• Tidak terbatas dengan menggunakan sumberdaya fisik saja tetapi dengan memanfaatkan sumberdaya informasi
• Memusatkan sumberdaya informasi kepada pelanggan atau konsumen
SUMBER DAYA INFORMASI
Jenis-jenis dari sumber daya informasi terdiri dari perangkat keras komputer, perangkat lunak komputer, spesialis informasi, pemakai, fasilitas, database, dan informasi. Untuk mencapai keunggulan kompetitif, manajer harus menyadari tiap elemen tersebut sebagai sumber daya informasi dan mengelolanya dengan efektif.
MENINGKATNYA KERUMITAN MANAJEMEN INFORMASI
Semakin banyak informasi yang didapatkan perusahaan, maka tugas manajemen akan semakin rumit sehinga tanggung jawab tidak hanya berada pada puncak CIO, namun semua manajer dalam perusahaan.
PERENCANAAN STRATEGIS UNTUK PERUSAHAAN
Perencanaan strategis merupakan perencanaan jangka panjang karena mengidentifikasi tujuan-tujuan yang akan memberikan perusahaan posisi yang paling menguntungkan dalam lingkungannya serta menentukan strategi-strategi untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Di dalam perusahaan, komite eksekutif bertanggungjawab atas perencanaan strategis. Komite memiliki rencana bisnis strategis yang berguna untuk memantau kinerja sepanjang tahun dan mengambil tindakan yang tepat sesuai dengan situasi yang berubah. Komite eksekutif juga memerlukan sebuah rencana fungsional yang merinci area-area yang akan mendukung perusahaan menuju tujuan strategisnya.
PERENCANAAN STRATEGIS SUMBER DAYA INFORMASI
Pendekatan SPIR Solusi untuk masalah tidak memadainya sumber daya informasi adalah perencanaan strategis sumber daya informasi (strategic planning for information resources) atau SPIR. Dalam hal ini, rencana strategis untuk jasa informasi dan rencana strategis untuk perusahaan dikembangkan secara bersamaan. Rencana perusahaan mencerminkan dukungan yang dapat disediakan oleh jasa informasi, dan rencana jasa informasi mencerminkan kebutuhan dukungan sistem di masa depan. Isi Rencana Strategis Smber Daya Informasi Rencana ini harus menjelaskan tujuan-tujuan yang akan dicapai oleh tiap subsistem CBIS selama periode yang tercakup dalam jangka waktu perencanaan, dan sumber daya informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
END-USER COMPUTING SEBAGAI MASALAH STRATEGIS
Para pemakai akhir dapat dikelompokkan menjadi empat golongan berdasarkan kemampuan komputer mereka, yaitu:
• Pemakai akhir tingkat Menu (Menu-Level End Users). Sebagian pemakai akhir tidak mampu menciptakan perangkat lunak mereka sendiri tetapi dapat berkomunikasi dengan perangkat lunak jadi dengan menggunakan menu-menu berbasis Windows dan Mac.
• Pemakai Akhir Tingkat Perintah (Command-Leve End Users). Sebagian pemakai akhir memiliki kemampuan menggunakan perangkat lunak jadi yang lebih dari sekedar memilih menu.
• Pemakai Akhir Tingkay Perintah (End Users Programmers). Sebagian pemakai akhir dapat menggunakan bahasa-bahasa pemrograman dan mengembangkan program-program yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka
• Personil Pendukung Fungsional (Functional Support Personnel). Personil pendukung fungsional ini adalah spesialis informasi dalam arti sesungguhnya tetapi mereka berdedikasi pada area pemakai tertentu dan melapor pada manajer unit bisnis mereka.
Ciri tingkatan kemampuan pemakai akhir adalah
(1)semua tingkat memiliki kemampuan untuk mengembangkan berbagai aplikasi, dan
(2)tidak seorangpun yang merupakan anggota organsisasi jasa informasi. EUC memiliki manfaat kepada perusahaan dalam dua cara utama:
• Menyeimbangkan kemampuan dan tantangan. Pemindahan beban kerja pengembangan sisitem ke pemakai akan meringankan kerumitan para spesialis sehingga mereka dapat bekerja lebih baik pada areanya
• Mengurangi kesenjangan komunikasi. Dengan membiarkan pemakai mengembangkan aplikasi mereka sendiri, akan mengurangi kesenjangan komunikasi. EUC juga dihadapkan pada beberapa risiko sebagai berikut: • Sistem yang buruk sasarannya. Pemakai akhir mungkin menerapkan komputer untuk penerapan yang seharusnya dilakukan dengan cara lain • Sistem yang buruk rancangan dan dokumentasinya. Pemakai akhir cenderung mengabaikan perlunya dokumentasi rancangan agar sistem dapat dipelihara
• Penggunaan sumber daya informasi yang tidak efisien. Saat tidak ada pengendalian terpusat atas perolehan perangkat keras dan peangkat lunak, perusahaan dapat memiliki perangkat keras yang tidak kompatibel dan perangkat lunak yang berlebihan
• Hilangnya integritas data. Pemakai akhir mungkin kurang berhati-hati dalam memasukkan data ke database perusahaan sehingga akan mempengaruhi output dan keputusan
• Hilangnya keamanan. Pemakai akhir mungkin tidak melindungi data dan perangkat lunaknya
• Hilangnya pengendalian. Pemakai mengembangkan sistem untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri tanpa menyesuaikan pada suatu rencana yang memastikan dukungan komputer bagi perusahaan
KONSEP MANAJEMEN SUMBER DAYA INFORMASI
Manajemen sumber daya informasi (information resources management) atau IRM adalah aktivitas yang dijalankan oleh manajer pada semua tingkatan dalam perusahaan dengan tujuan mengidentifikasi, memperoleh, dan mengelola sumber daya informasi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai. Agar perusahaan dapat mencapai IRM secara penuh, perlu ada satu set kondisi tertentu. Kondisi tersebut meliputi :
• Kesadaran bahwa keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui sumber daya informasi yang unggul
• Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu area fungsional utama
• Kesadaran bahwa CIO adalah eksekutif puncak
• Perhatian pada sumber daya informasi perusahaan saat membuant perencanaan strategis
• Rencana strategis formal untuk sumber daya informasi
• Startegi untuk mendorong dan mengelola end-user computing
sumber : http://hutapeamanik.blogspot.com/2010/10/teknologi-informasi-sebagai-unggulan.html
• Search Anythings
• Just Add Me
• My Campus
• Ensiklopedia
• Kaskus
Aliajah’s Blog
TaLk LeSs Do mOrE
Stay updated via RSS
________________________________________
• My live my storie
• Blogroll
o WordPress.com
o WordPress.org
• This Me
• Cek Your Date
October 2010
M T W T F S S
« Jun
Nov »
TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI UNGGULAN KOMPETITIF
PENDAHULUAN
Saat ini kompetisi bagi perusahaan – perusahaan di bidang apapun sangat ketat dan perusahaan sangat dituntut untuk kreatif dan inovatif, serta juga mampu menarik perhatian konsumen. Dengan semakin banyaknya persaingan maka perusahaan membutuhkan nilai plus yang dapat membedakan perusahaan dengan pesaing lainnya.
Selain perusahaan harus mempunyai produk yang berkualitas, tetapi juga perusahaan harus selalu update dengan informasi yang ada dan mampu memanfaatkan informasi tersebut untuk kelangsungan perusahaannya bukan hanya untuk jangka pendek tetapi untuk jangka yang panjang agar perusahaan dapat terus bertahan(going concern).
PERUSAHAAN DALAM LINGKUNGANNYA
Sistem perusahaan adalah sistem lingkaran tertutup dalam arti dikendalikan oleh manajemen, menggunakan informasi umpan balik untuk meyakinkan bahwa tujuan-tujuannya tercapai. Perusahaan juga merupakan sistem terbuka dimana perusahaan mengambil sumber daya dari lingkungan, mengubahnya menjadi barang dan jasa, dan mengembalikan sumber daya tersebut kepada lingkungan.
Terdapat delapan jenis elemen utama yang ada dalam lingkungan semua perusahaan. Delapan elemen ini adalah organisasi atau individu yang berada di luar perusahaan dan memiliki pengaruh langsung atau tidak langsung pada perusahaan.
Delapan elemen ini meliputi:
• Pemasok menyediakan material, mesin, jasa, dan informasi yang digunakan perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa
• Pelanggan mencakup pemakai saat ini dan calon pemakai
• Serikat buruh adalah organisasi bagi tenaga kerja terampil maupun tidak terampil
• Masyarakat keuangan terdiri dari lembaga-lembaga yang mempengaruhi sumber daya uang yang tersedia perusahaan
• Pemegang saham atau pemilik adalah orang-orang yang menanamkan modalnya di perusahaan
• Pemerintah yakni orang yang memberikan batasan-batasan dalam bentuk undang-undang dan peraturan serta memberikan bantuan dalam bentuk pembelian, informasi, dan dana
• Masyarakat global adalah wilayah geografis tempat perusahaan melakukan operasinya Perusahaan dihubungkan dengan elemen-elemen ini melalui arus sumber daya. Semua sumber daya dari lingkungan yang memasuki perusahaan akhirnya kembali kepada lingkungan. Arus yang sering mengalir mencakup arus informasi dari pelanggan, arus material kepada pelanggan, arus uang kepada pemegang saham, arus mesin dari pemasok, dan arus pekerja dari serikat buruh. Arus yang agak jarang meliputi arus uang dari pemerintah, arus material kepada pemasok, dan arus pekerja kepada pesaing. Satu-satunya sumber daya yang menghubungkan perusahaan dengan semua elemen tersebut adalah informasi.
KEUNGGULAN KOMPETITIF
Banyak cara untuk mencapai keunggulan kompetitif, diantaranya adalah:
• Menyediakan barang dan jasa dengan harga murah,
• Menyediakan barang dan jasa dengan kualitas yang lebih baik daripada pesaing,
• Memenuhi kebutuhan khusus statu segmen pasar tertentu.
Pada bidang komputer, keunggulan kompetitif mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan leverage di pasaran. Manajer dapat menggunakan sumber daya fisik dan konseptual untuk mencapai tujuan.
Beberapa perusahaan telah dapat mempublikasikan secara luas perusahaannya karena menggunakan informasi untuk mencapai keunggulan kompetitif. Diantaranya:
• American Airlines dengan sistem pemesanan penerbangan “Sambre”-nya
• American Hospital Supply dengan jeringan EDI(Electronic Data Interchange)
• Mc Kesson Drug dengan system distribusinya yang disebut Economost.
Hal penting yang harus diperhatikan untuk mencapai keunggulan – keunggulan tersebut adalah:
• Tidak terbatas dengan menggunakan sumberdaya fisik saja tetapi dengan memanfaatkan sumberdaya informasi
• Memusatkan sumberdaya informasi kepada pelanggan atau konsumen
SUMBER DAYA INFORMASI
Jenis-jenis dari sumber daya informasi terdiri dari perangkat keras komputer, perangkat lunak komputer, spesialis informasi, pemakai, fasilitas, database, dan informasi. Untuk mencapai keunggulan kompetitif, manajer harus menyadari tiap elemen tersebut sebagai sumber daya informasi dan mengelolanya dengan efektif.
MENINGKATNYA KERUMITAN MANAJEMEN INFORMASI
Semakin banyak informasi yang didapatkan perusahaan, maka tugas manajemen akan semakin rumit sehinga tanggung jawab tidak hanya berada pada puncak CIO, namun semua manajer dalam perusahaan.
PERENCANAAN STRATEGIS UNTUK PERUSAHAAN
Perencanaan strategis merupakan perencanaan jangka panjang karena mengidentifikasi tujuan-tujuan yang akan memberikan perusahaan posisi yang paling menguntungkan dalam lingkungannya serta menentukan strategi-strategi untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Di dalam perusahaan, komite eksekutif bertanggungjawab atas perencanaan strategis. Komite memiliki rencana bisnis strategis yang berguna untuk memantau kinerja sepanjang tahun dan mengambil tindakan yang tepat sesuai dengan situasi yang berubah. Komite eksekutif juga memerlukan sebuah rencana fungsional yang merinci area-area yang akan mendukung perusahaan menuju tujuan strategisnya.
PERENCANAAN STRATEGIS SUMBER DAYA INFORMASI
Pendekatan SPIR Solusi untuk masalah tidak memadainya sumber daya informasi adalah perencanaan strategis sumber daya informasi (strategic planning for information resources) atau SPIR. Dalam hal ini, rencana strategis untuk jasa informasi dan rencana strategis untuk perusahaan dikembangkan secara bersamaan. Rencana perusahaan mencerminkan dukungan yang dapat disediakan oleh jasa informasi, dan rencana jasa informasi mencerminkan kebutuhan dukungan sistem di masa depan. Isi Rencana Strategis Smber Daya Informasi Rencana ini harus menjelaskan tujuan-tujuan yang akan dicapai oleh tiap subsistem CBIS selama periode yang tercakup dalam jangka waktu perencanaan, dan sumber daya informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
END-USER COMPUTING SEBAGAI MASALAH STRATEGIS
Para pemakai akhir dapat dikelompokkan menjadi empat golongan berdasarkan kemampuan komputer mereka, yaitu:
• Pemakai akhir tingkat Menu (Menu-Level End Users). Sebagian pemakai akhir tidak mampu menciptakan perangkat lunak mereka sendiri tetapi dapat berkomunikasi dengan perangkat lunak jadi dengan menggunakan menu-menu berbasis Windows dan Mac.
• Pemakai Akhir Tingkat Perintah (Command-Leve End Users). Sebagian pemakai akhir memiliki kemampuan menggunakan perangkat lunak jadi yang lebih dari sekedar memilih menu.
• Pemakai Akhir Tingkay Perintah (End Users Programmers). Sebagian pemakai akhir dapat menggunakan bahasa-bahasa pemrograman dan mengembangkan program-program yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka
• Personil Pendukung Fungsional (Functional Support Personnel). Personil pendukung fungsional ini adalah spesialis informasi dalam arti sesungguhnya tetapi mereka berdedikasi pada area pemakai tertentu dan melapor pada manajer unit bisnis mereka.
Ciri tingkatan kemampuan pemakai akhir adalah
(1)semua tingkat memiliki kemampuan untuk mengembangkan berbagai aplikasi, dan
(2)tidak seorangpun yang merupakan anggota organsisasi jasa informasi. EUC memiliki manfaat kepada perusahaan dalam dua cara utama:
• Menyeimbangkan kemampuan dan tantangan. Pemindahan beban kerja pengembangan sisitem ke pemakai akan meringankan kerumitan para spesialis sehingga mereka dapat bekerja lebih baik pada areanya
• Mengurangi kesenjangan komunikasi. Dengan membiarkan pemakai mengembangkan aplikasi mereka sendiri, akan mengurangi kesenjangan komunikasi. EUC juga dihadapkan pada beberapa risiko sebagai berikut: • Sistem yang buruk sasarannya. Pemakai akhir mungkin menerapkan komputer untuk penerapan yang seharusnya dilakukan dengan cara lain • Sistem yang buruk rancangan dan dokumentasinya. Pemakai akhir cenderung mengabaikan perlunya dokumentasi rancangan agar sistem dapat dipelihara
• Penggunaan sumber daya informasi yang tidak efisien. Saat tidak ada pengendalian terpusat atas perolehan perangkat keras dan peangkat lunak, perusahaan dapat memiliki perangkat keras yang tidak kompatibel dan perangkat lunak yang berlebihan
• Hilangnya integritas data. Pemakai akhir mungkin kurang berhati-hati dalam memasukkan data ke database perusahaan sehingga akan mempengaruhi output dan keputusan
• Hilangnya keamanan. Pemakai akhir mungkin tidak melindungi data dan perangkat lunaknya
• Hilangnya pengendalian. Pemakai mengembangkan sistem untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri tanpa menyesuaikan pada suatu rencana yang memastikan dukungan komputer bagi perusahaan
KONSEP MANAJEMEN SUMBER DAYA INFORMASI
Manajemen sumber daya informasi (information resources management) atau IRM adalah aktivitas yang dijalankan oleh manajer pada semua tingkatan dalam perusahaan dengan tujuan mengidentifikasi, memperoleh, dan mengelola sumber daya informasi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai. Agar perusahaan dapat mencapai IRM secara penuh, perlu ada satu set kondisi tertentu. Kondisi tersebut meliputi :
• Kesadaran bahwa keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui sumber daya informasi yang unggul
• Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu area fungsional utama
• Kesadaran bahwa CIO adalah eksekutif puncak
• Perhatian pada sumber daya informasi perusahaan saat membuant perencanaan strategis
• Rencana strategis formal untuk sumber daya informasi
• Startegi untuk mendorong dan mengelola end-user computing
sumber : http://hutapeamanik.blogspot.com/2010/10/teknologi-informasi-sebagai-unggulan.html
Langganan:
Postingan (Atom)