Senin, 10 Mei 2010

Tips Mendesain Kamar Anak

  1. Masuk dan kenali anak Anda melalui dunianya. Desain kamar anak dengan tokoh komik kesayangannya. Biarkan mereka memilih sendiri tema kamar dan warna dindingnya.
  2. Buatlah interior yang reletif berusia panjang, tidak hanya bertahan satu dua tahun.
  3. Sebaiknya jangan gunakan bentuk spesifik untuk tempat tidur lemari anak, karena mereka tumbuh dengan cepat, tidak jarang berganti minat.
  4. Walaupun belum dibutuhkan, siapkan ruang untuk belajar.
  5. Hindari menggunakan bahan berbahaya, khususnya bahan pada cat. Hindari menggunakan warna cerah atau terlalu terang karena dapat merangsang anak bermain dan menyulitkan tidur. Walaupun begitu, bukan berarti Anda menghindari warna primer. Gunakan warna pastel yang mengandung warna primer seperti merah, hijau, dan biru.
  6. Jangan menaruh barang dekoratif yang membahayakan anak.
  7. Jika anak Anda berusia dibawah 5 tahun, akses dari kamarnya menuju kamar orang tua haruslah menjadi pertimbangan penting.
  8. Perhatikan sirkulasi udara ke kamar anak.

Jumat, 02 April 2010

Jangan boikot pajak

Terbangunnya respons masyarakat atas kasus dugaan korupsi pajak oleh pejabat Direktorat Pajak, ini perlu diapresiasi. Namun, gerakan tersebut sebaiknya tidak berbentuk penolakan membayar pajak, melainkan ajakan agar masyarakat turut mengawasi penyelesaian hukum kasus ini secara menyeluruh.

Klarifikasi Kliring

Pengertian Kliring:
Kliring adalah suatu tata cara perhitungan utang piutang dalam bentuk surat-surat dagang dan surat-surat berharga dari suatu bank terhadap bank lainnya, dengan maksud agar penyelesaiannya dapat terselenggara dengan mudah dan aman, serta untuk memperluas dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral.
Lalu lintas pembayaran giral adalah, suatu proses kegiatan bayar membayar dengan waktat atau nota kliring, yang dilakukan dengan cara saling memperhitungkan diantara bank-bank, baik atas beban maupun untuk keuntungan nasabah ybs.
Giral adalah simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, surat perintah pembayaran lainnya, atau dengan cara pemindah bukuan.
Peserta Kliring:
Peserta kliring dapat dibedakan menjadi dua macam :
Peserta langsung, yaitu : bank-bank yang sudah tercatat sebagai peserta kliring dan dapat memperhitungkan warkat atau notanya secara langsung dengan B I atau melalui PT Trans Warkat sebagai perantara dengan B I.
Contoh : Bank Retail, Bank Devisa
Peserta tidak langsung, yaitu : bank-bank yang belum terdaftar sebagai peserta kliring akan tetapi mengikuti kegiatan kliring melaui bank yang telah terdaftar sebagai peserta kliring.
Contoh : BPR
Warkat/Nota Kliring
Adalah alat atau sarana yang digunakan dalam lalu lintas pembayaran giral, yaitu surat berharga atau surat dagang seperti :
– cek,
– bilyet giro,
– wesel bank untuk trasfer atau wesel unjuk,
– bukti-bukti penerimaan transfer dari bank-bank,
– nota kredit, dan
– surat-surat lainnya yang disetujui oleh penyelenggara ( B I )
Syarat-syarat warkat yang dapat dikliringkan :
– Ber valuta Rupiah
– Bernilai nominal penuh
– Telah jatuh tempo pada saat dikliringkan dan
– Telah dibubuhi cap kliring
Jenis – jenis warkat kliring :
– Warkat debet keluar, yaitu : warkat bank lain yang disetorkan oleh nasabah sendiri untuk keuntungan rekening nasabah yang bersangkutan.
Contoh :
Rosita nasabah bank Permata Semarang menerima pembayaran dari Razy nasabah bank Niaga Semarang berupa cek. Cek tersebut disetorkan oleh Ndari ke bank Permata, maka cek tersebut dapat dikatakan sebagai warkat debet keluar.
– Warkat debet masuk, yaitu : warkat yang diterima oleh suatu bank dari bank lain melalui B I atas warkat atau cek bank sendiri yang ditarik oleh nasabah sendiri dan atas beban nasabah yang bersangkutan.
Contoh :
Bila bank Permata Semarang menerima cek dari bank Niaga Semarang atas cek yang telah ditarik Andi nasabah sendiri, maka cek tersebut merupakan warkat debet masuk bagi bank Permata.
Warkat kredit keluar, yaitu :
warkat dari nasabah sendiri untuk disetorkan kepada nasabah bank lain pada bank lain.
Bank yang menyerahkan warkat tersebut akan mengkreditkan rekening giro BI dan mendebet giro nasabah.
Warkat kredit masuk, yaitu :
warkat yang diterima oleh suatu bank untuk keuntungan rekening nasabah bank tersebut.
Bank yang menerima warkat tersebut akan mendebit rekening giro B I dan mengkredit giro nasabah.
Warkat yang Bukan Kliring
Warkat-warkat yang belum memenuhi syarat-syarat warkat kliring.
Penyetor warkat kepada penyelenggara untuk keperluan penyelesaian saldo negatif atau saldo debet.
Penyetoran warkat kepada penyelenggara untuk pelaksanaan transfer dalam rangka pelimpahan likuidasi dari suatu peserta kepada kantor-kantor cabangnya yang lain.
Penyetoran-penyetoran lain yang ditetapkan B I berdasarkan kebutuhan.
Jenis-Jenis Kliring
Kliring umum, adalah : sarana perhitungan warkat-warkat antar bank yang pelaksanaannya diatur oleh B I.
Kliring lokal, adalah : sarana perhitungan warkat-warkat antar bank yang berada dalam suatu wilayah kliring (wilayah yang ditentukan).
Kliring antar cabang, adalah : sarana perhitungan warkat antar kantor cabang suatu bank peserta yang biasanya berada dalam satu wilayah kota. KLiring ini dilakukan dengan cara mengumpulkan seluruh perhitungan dari sauatu kantor cabang untuk kantor cabang lainnya yang bersangkutan pada kantor induk yang bersangkutan.
Pertemuan Kliring
Kliring yang dilaksanakan tidak melalui Automated Clearing House, pertemuan kliring biasanya dilakukan sebanyak dua kali.
Pertama kali bertemu, bank-bank yang terlibat dalam transaksi kliring akan saling menyerahkan warkat.
Pada pertemuan kedua, bank peserta kliring akan saling mengembalikan warkat apabila terjadi penolakan.
Waktu pertemuan kliring biasanya diatur sebagai berikut :
Senin sampai dengan Jumat:
Kliring I : Pukul 10.30 – 14.30
Kliring II : Pukul 13.00 – 14.00
Sabtu :
Kliring I : Pukul 10.00 – 11.00
Kliring II : Pukul 12.00 – 13.00
Pembukuan Transaksi Kliring :
Kasus : Kembali ke ilustrasi kliring.
Pada saat bank ABC menerima warkat giro dari bank Omega
Kedua bank akan mencatat transaksi kliring tersebut sbb.
Pembukuan transaksi kliring ini dapat ditampung pada rekening sementara “Kliring” atau langsung ke rekening giro pada B I.
Pada bank ABC – cabang Jakarta
Pada saat terima warkat dari Tn. Sigit untuk disetorkan ke (menambah) rekening giro Ny. Dita.
D : Kliring Rp. 30.000.000,-
K : Giro – Rek. Ny. Dita Rp. 30.000.000,-
Setelah diketahui hasilnya baik, biasanya pada waktu kliring kedua akan dinihilkan rekening Kliring.
D : B I – Giro Rp. 30.000.000,-
K : Kliring Rp. 30.000.000,-
Pada bank Omega – cabang Jakarta
Pada saat menerima warkat nasabahnya sendiri (warkat Tn. Sigit) akan membebankan rekening Tn. Sigit dengan jurnal sbb :
D : Giro – Rek. Tn. Sigit Rp. 30.000.000,-
K : B I – Giro Rp. 30.000.000,-
Bang Omega dapat langsung mengkredit rekening giro pada BI arena cek tersebut adalah cek dari nasabahnya sendiri.
Apabila Tyas seorang nasabah bank Omega – cabang Jakarta menyerahkan sebuah warkat Giro senilai Rp. 50.000.000,- kepada bank untuk diserahakan kepada Grace, salah seorang nasabah bank Lippo cabang Jakarta, oleh kedua bank akan dibukukan sebagai berikut :
Pada bank Omega cabang Jakarta
Pada saat menerima amanat dan warkat dari Tyas, akan dibukukan sebagai berikut :
D : Giro - Rek. Tyas Rp. 50.000.000,-
K : B I – Giro Rp. 50.000.000,-
Pada bank Lippo cabang Jakarta
Pada saat menerima warkat setoran untuk menambah rekening Grace, dibukukan sbb. :
D : B I – Giro Rp. 50.000.000,-
K : Giro - Rek. Grace Rp. 50.000.000,-
NERACA KLIRING
Pada akhir hari kliring, akan dibuatkan neraca kliring sebagai laporan akhir transaksi kliring.
Apabila dalam pembukuan transaksi kliring, bank Omega selalu mempergunakan rekening sementara kliring dan pendebetan atau pengkreditan rekening giro pada B I dilaksanakan pada akhir hari kliring, untuk mengetahui apakah bank menang atau kalah klring, maka kekalahan kliring diatas akan dibukukan sebagai berikut :
D : Kliring Rp. 80.000.000,-
K : B I – Giro Rp. 80.000.000,-
Dilihat dari sudut B I , tidak akan terdapat selisih pendebetan maupun pengkreditan rekening giro masing-masing bank peserta kliring.



Selanjutnya untuk mencatat transaksi hasil kliring diatas, oleh B I akan dibukukan sbb. :
D : Giro – Bank Omega Rp. 80.000.000,-
K : Giro – Bank ABC Rp. 30.000.000,-
K : Giro – Bank Lippo Rp. 50.000.000,-
Melalui kalah atau menang kliring ini, oleh B I akan dipantau saldo minimum dari Reserve Reqiurement.
Bila suatu bank reserve requirement-nya lebih rendah dari pada apa yang seharusnya dipelihara, maka kepada bank yang tidak memenuhi persyaratan tersebut akan dikenakan denda oleh B I.
Yang dimaksud dengan kliring otomatis adalah :
Terjadinya pertukaran data secara elektronik melalui pemrosesan dengan mesin dalam bentuk standar yang telah diformat terlebih dahulu.
Selain itu, pemrosesan elektronik juga melibatkan pengiriman media penyimpanan data komputer. Media ini merupakan media utama untuk transaksi kliring dengan otomatis, atau lazim dikenal dengan Automatic Clearing House (ACH).
Dalam pemrosesan data secara elektronik ini, mesin akan membaca Magnetic Ink Character Recognition, atau MICR pada setiap lembar cek nasabah.
Transaksi kliring otomatis dapat dipecah menjadi dua jenis :
Transaksi local (intraregional), bank penarik mempersiapkan seluruh warkat untuk dikirim ke bank tertarik. Disini bank penarik akan memeriksa kelengkapan data, memeriksa kebenaran cek, membedakan apabila transaksi tersebut berasal dari bank sendiri, kemudian menyampaikan data tersebut kepada lembaga kliring.
Transaksi antar daerah (interregional), bank penarik akan menyampaikan transaksinya kepada pusat pengolahan data di lembaga kliring lokal. Transaksi-transaksi disortir oleh bank penarik dalam lokasi yang bersangkutan. Volume data yang besar ini akan digabung menjadi suatu ringkasan arsip untuk setiap lokasi, kemudian arsip ini dipindahkan ke tiap lokasi lainnya untuk diproses lebih lanjut.

Kamis, 18 Maret 2010

Neraca Konsolidasi Bank BCA tahun 2007


Diaudit Diaudit Diaudit Diaudit
31 Des 2007 31 Des 2006 31 Des 2007 31 Des 2006
AKTIVA
1. Kas 7 .673.562 5 .482.872 7 .675.723 5 .484.694
2. Penempatan pada Bank Indonesia
a. Giro Bank Indonesia 2 0.871.955 1 8.401.657 2 0.871.955 1 8.401.657
b. Sertifikat Bank Indonesia 3 5.551.860 2 3.143.806 3 5.551.860 2 3.143.806
c. Lainnya 849.929 769.898 849.929 769.898
3. Giro pada bank lain
a. Rupiah 795 1.813 892 2.361
b. Valuta asing 303.226 448.950 305.765 452.533
4. Penempatan pada bank lain
a. Rupiah 2 .285.554 2 .053.185 2 .285.554 2 .053.185
PPA - Penempatan pada bank lain -/- (22.868) (20.555) (22.868) (20.555)
b. Valuta asing 3 .194.391 4 .214.066 3 .309.988 4 .312.037
PPA - Penempatan pada bank lain -/- (34.428) (46.847) (34.428) (46.847)
5. Surat Berharga yang Dimiliki
a. Rupiah
i. Diperdagangkan 691.200 169.965 691.200 169.965
ii. Tersedia untuk dijual 2 .886.269 236.019 2 .886.269 236.019
iii. Dimiliki hingga jatuh tempo 5 .177.581 2 .602.851 5 .177.581 2 .602.851
PPA - Surat berharga yang dimiliki -/- (88.384) (30.088) (88.384) (30.088)
b. Valuta asing
i. Diperdagangkan - - - -
ii. Tersedia untuk dijual - - - -
iii. Dimiliki hingga jatuh tempo 1 .471.425 2 .024.089 1 .644.094 2 .207.652
PPA - Surat berharga yang dimiliki -/- (14.687) (59.036) (14.687) (59.036)
6. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali - - - -
7. Obligasi Pemerintah
a. Diperdagangkan 575.620 350.600 575.620 350.600
b. Tersedia untuk dijual 4 .667.215 3 .032.473 4 .667.215 3 .032.473
c. Dimiliki hingga jatuh tempo 4 1.457.915 4 5.729.024 4 1.535.115 4 5.756.009
8. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji
dijual kembali (reverse repo )
a. Rupiah - - - -
PPA - Reverse Repo -/- - - - -
b. Valuta asing - - - -
PPA - Reverse Repo -/- - - - -
9. Tagihan derivatif 22.048 42.462 22.048 42.462
PPA - Tagihan derivatif -/- (227) (425) (227) (425)
10. Kredit yang diberikan
a. Rupiah
i. Pihak terkait dengan bank 869.969 352.233 688.565 173.968
ii. Pihak lain 7 1.506.137 5 3.675.237 7 1.507.508 5 3.675.995
PPA - Kredit yang diberikan -/- (1.479.879) (1.403.216) (1.479.926) (1.403.235)
b. Valuta asing
i. Pihak terkait dengan bank - - - -
ii. Pihak lain 1 0.190.518 7 .567.925 1 0.192.560 7 .572.345
PPA - Kredit yang diberikan -/- (206.226) (329.760) (206.226) (330.808)
11. Investasi bersih dalam sewa guna usaha - - 29.085 39.696
PPA - Investasi bersih dalam sewa guna usaha -/- - - (1.348) (1.543)
12. Piutang pembiayaan konsumen - - 1 .386.713 1 .024.692
PPA - Piutang pembiayaan konsumen -/- - - (39.252) (33.327)
13. Tagihan akseptasi 2 .339.956 1 .763.187 2 .339.956 1 .763.187
PPA - Tagihan akseptasi -/- (24.253) (22.318) (24.253) (22.318)
14. Penyertaan 803.329 639.190 10.741 5.791
PPA - Penyertaan -/- (9.248) (5.373) (9.248) (5.373)
15. Pendapatan yang masih akan diterima 1 .065.997 1 .214.046 1 .069.891 1 .218.736
16. Biaya dibayar dimuka 254.875 257.613 258.995 260.560
17. Uang Muka Pajak - - - -
18. Aktiva Pajak Tangguhan 353.810 342.474 376.154 354.565
19. Aktiva Tetap 4 .461.635 4 .102.731 4 .491.645 4 .128.737
Akumulasi penyusutan aktiva tetap -/- (2.213.466) (1.899.314) (2.230.589) (1.913.806)
20. Properti terbengkalai 14.285 17.839 14.285 17.839
PPA - Properti terbengkalai -/- (2.143) - (2.143) -
21. Aktiva Sewa Guna 9.614 9.614 11.487 11.476
Akumulasi penyusutan aktiva sewa guna -/- (7.126) (4.072) (7.702) (4.431)
22. Agunan yang diambil alih 9.540 14.224 9.540 14.224
PPA - Agunan yang diambil alih -/- (9.540) - (9.540) -
23. Aktiva lain-lain 1) 1 .732.438 1 .344.546 1 .737.896 1 .390.505
JUMLAH AKTIVA 217.180.173 176.183.585 218.005.008 176.798.726
No. POS - POS
BANK KONSOLIDASI
Per 31 Desember 2007 & 2006
(Dalam jutaan Rupiah)


2007 31 Des 2006 31 Des 2007 31 Des 2006
PASIVA
1. Giro
a. Rupiah 3 4.640.930 2 5.647.359 3 4.635.259 2 5.646.539
b. Valuta asing 9 .300.578 8 .587.821 9 .300.574 8 .587.817
2. Kewajiban segera lainnya 1 .113.203 985.653 1 .225.988 1 .025.142
3. Tabungan 9 4.729.968 7 1.568.109 9 4.729.968 7 1.568.109
4. Simpanan Berjangka
a. Rupiah
i. Pihak terkait dengan bank 45 45 45 45
ii. Pihak lain 4 5.726.671 4 2.514.238 4 5.726.671 4 2.514.238
b. Valuta asing
i. Pihak terkait dengan bank 47 45 47 45
ii. Pihak lain 4 .779.626 4 .419.399 4 .779.626 4 .419.399
5. Sertifikat deposito
a. Rupiah 1 1 1 1
b. Valuta asing - - - -
6. Simpanan dari bank lain 2 .064.539 1 .592.101 2 .064.942 1 .592.318
7. Kewajiban pembelian kembali surat berharga yang dijual
dengan syarat repo - - - -
8. Kewajiban derivatif 31.226 17.761 31.226 17.761
9. Kewajiban akseptasi 1 .710.319 1 .280.515 1 .691.903 1 .280.515
10. Surat berharga yang diterbitkan
a. Rupiah - - 496.441 -
b. Valuta asing 35.341 36.762 35.341 36.762
11. Pinjaman yang diterima
a. Fas. Pendanaan jangka pendek Bank Indonesia - - - -
b. Lainnya
i. Rupiah
- Pihak terkait dengan bank - - - -
- Pihak lain 26.845 34.944 148.325 577.542
ii. Valuta asing
- Pihak terkait dengan bank - - - -
- Pihak lain 935.670 123.653 935.670 123.653
12. Estimasi kerugian komitmen & kontinjensi 61.853 38.911 61.853 38.911
13. Kewajiban sewa guna usaha 1.527 4.581 881 1.115
14. Beban yang masih harus dibayar 125.658 108.564 131.337 110.660
15. Taksiran pajak penghasilan 175.317 270.169 205.978 279.696
16. Kewajiban Pajak Tangguhan - - - -
17. Kewajiban lain-lain 1 .274.651 881.167 1 .361.201 909.716
18. Pinjaman subordinasi
a. Pihak terkait dengan bank - - - -
b. Pihak lain - - - -
19. Modal Pinjaman
a. Pihak terkait dengan bank - - - -
b. Pihak lain - - - -
20. Hak Minoritas - - - 1.382
21. Ekuitas
a. Modal disetor 1 .540.938 1 .540.938 1 .540.938 1 .540.938
b. Agio (disagio) 2) 3 .895.933 3 .895.933 3 .895.933 3 .895.933
c. Modal sumbangan - - - -
d. Dana setoran modal - - - -
e. Cadangan tujuan 392.036 349.609 392.036 349.609
f. Selisih penjabaran laporan keuangan 207.498 193.021 207.498 193.021
g. Selisih penilaian kembali aktiva tetap 1 .059.907 1 .059.907 1 .059.907 1 .059.907
h. Laba (rugi) yang belum direalisasi dari surat berharga 22.313 12.083 22.313 12.083
i. Pendapatan komprehensif lainnya - - - -
j. Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali 4.427 4.427 - -
k. Selisih transaksi perubahaan ekuitas anak perusahaan 1.385 - 1.385 -
l. Saldo laba (rugi) 2) 1 3.512.717 1 1.206.865 1 3.512.717 1 1.206.865
m. Modal saham diperoleh kembali (190.996) (190.996) (190.996) (190.996)
JUMLAH PASIVA 217.180.173 176.183.585 218.005.008 176.798.726
No. POS - POS
BANK KONSOLIDASI
Per 31 Desember 2007 & 2006
(Dalam jutaan Rupiah)

Musibah di Indonesia

Akhir-akhir ini banyak sekali musibah yang melanda Indonesia. Seperti gempa, banjir, tanah longsor dan kebakaran. Sungguh pemandangan yang sangat mengerikan. Tua, muda menangis dan histeris saat tahu sanak famili mereka hilang dan terjebak dalam musibah. Tidak seperti dulu, entah kenapa saat ini hampir setiap hari ada aja musibah. Yang saya lihat akhir ini adalah tanah longsor dan kebakaran. Dan wilayah diJakarta yang padat penduduk menjadi incaran empuk si jago merah. Sungguh mengerikan. Kita sebagai warga Jakarta jadi sering resah karena konon kebakaran bisa terjadi karena hubungan arus pendek. Saking ngerinya jika hujan, saya langsung buru-buru cabut kabel baik telepon, maupun yang menancap pada stop kontak dan tidak berani menggunakan hp. Karena sinyal hp sangat berbahaya jika ada petir. Apalagi saya tinggal di Cimanggis dan disini terkenal petirnya gede-gede. Sebenarnya saya tidak masalah jika ujan turun tapi jika ada petirnya itu baru masalah. Karena saya takut petir apalagi jika kilatnya panjang dan bentuknya seperti bara api itu meluncur . Huhh ...merinding dan langsung tiarap dech. Mungkin ini dulu cerita dari Sinta, karena aku masuk pagi sekarang. Thank You

Rabu, 03 Maret 2010

Penerapan Basis Data

1. Pemrosesan File

Pemrosesan File adalah kumpulan dari program aplikasi yang melayani pengguna akhir untuk menghasilkan sebuah laporan, dimana susunan data didalam file dirancang untuk satu program aplikasi.

2. Pemrosesan Basis Data

Pemrosesan basis data didefinisikan sebagai sekumpulan data yang terintegrasi dan diolah untuk memenuhi kebutuhan para pemakai di dalam suatu organisasi.
Sedangkan basis data adalah kumpulan dari data yang besar dimana dapat digunakan secara simultan oleh banyak departemen dan pengguna.

3. Konsep Dasar Basis Data

Data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia, barang,hewan, peristiwa, konsep dan sebagainya yang direkam dalam bentuk angka,huruf, simbol, teks, gambar,bunyi atau kombinasinya.

4. Komponen Sistem Basis Data

Komponen sistem basis data terdiri atas:
1. Data
2. Perangkat keras
3. Perangkat lunak
4. Pemakai
Pemakai dibagi menjadi 4 kategori:
a. System Engineer
b. Database Administrator
c. Programmer
d. Pemakai Akhir

Database

Contoh Kasus:

Sebuah perusahaan memiliki banyak pelanggan yang telah memesan sejumlah barang produksinya.


DATABASE dari soal tesebut adalah:

SUPPLIER
Supplier_no Nama Addres
001 Andi Jl. Mangga No.7 Depok
002 Berly Jl. Juanda Km.5 Depok
003 Carly Jl. Merdeka Km.3 Depok

ORDER
Order_No Order_Date Total Price Supplier_No
123 27/02/10 450.000 001
385 28/02/10 200.000 002
737 03/03/10 550.000 003

CONTAINS
Order_No Item_Code Quantity
123 PB 0017 6
385 SN 0023 4
737 CF 0032 5


PRODUK

Item_Code Description Price
PB 0017 Monitor 75.000
SN 0023 Kalkulator 50.000
CF 0032 Mouse 110.000