Tugas Analisa Laporan Keuangan
Hal 150 no.27 Bagaimana akuntan mengukur laba?
Hal 151 no.42 Menurut pendapat Anda, apakah model biaya historis atau nilai wajar menghasilkan informasi akuntansi yang lebih (a) relevan dan (b)andal?
27 Akuntan mengukur laba dengan acrual basis. Karena acrual basis mengakui pendapatan pada saat transaksi walaupun belum dibayar atau diterima . Akuntan sangat teliti dan jeli dalam mengukur laba , yakni seberapa besar pertumbuhan asset tanpa penambahan utang.
28. Nilai wajar menghasilkan informasi yang lebih relevan dan handal karena nilai wajar adalah nilai di mana suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu kewajiban diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkinginan untuk melakukan transaksi wajar.
Jumat, 18 Maret 2011
Sabtu, 05 Maret 2011
Berdasarkan sebuah artikel di Wall Street Journal, sebuah studio Polygram film di Eropa, Polygram sedang mempertimbangkan untuk menandai produksi film dengan menjual efek. Efek ini akan menghasilkan tingkat pengembalian pada investor berdasarkan arus kas aktual dan film yang didanai oleh penjualan efek tersebut.
Diminta:
a. Informasi apa yang menurut Anda harus disajikan para film kepada investor agar dapat membuat investor memberikan investasi untuk memproduksi film tertentu (atau informasi apa yang relevan untuk keputusan Anda berinvestasi dalam suatu film)?
b. Jenis bukti manakah yang dapat dimasukkan untuk memperkuat pandangan pada prospektus (atau yang dapat memaksimumkan keandalan informasi yang diterbitkan)?
Jawab:
a. Informasi yang harus disajikan agar para investor berinvestasi:
- proyeksi pendapatan yang akan kita raih
- teknologi yang akan digunakan untuk pembuatan film sangat memadai
- ditangani oleh orang yang ahli dibidang perfilman
- antusias masyarakat terhadap film yang selama ini kita buat mencapai rating
tertingi.
Dalam pembuatan film ini kita mengacu beberapa aspek, diantaranya:
a. Aspek Pemasaran
b. Aspek Human Resouces
c. Aspek Hukum
b. Selama ini bukti yang paling konkrit baik dari penyewa maupun masyarakat nilai jualnya tinggi.
Diminta:
a. Informasi apa yang menurut Anda harus disajikan para film kepada investor agar dapat membuat investor memberikan investasi untuk memproduksi film tertentu (atau informasi apa yang relevan untuk keputusan Anda berinvestasi dalam suatu film)?
b. Jenis bukti manakah yang dapat dimasukkan untuk memperkuat pandangan pada prospektus (atau yang dapat memaksimumkan keandalan informasi yang diterbitkan)?
Jawab:
a. Informasi yang harus disajikan agar para investor berinvestasi:
- proyeksi pendapatan yang akan kita raih
- teknologi yang akan digunakan untuk pembuatan film sangat memadai
- ditangani oleh orang yang ahli dibidang perfilman
- antusias masyarakat terhadap film yang selama ini kita buat mencapai rating
tertingi.
Dalam pembuatan film ini kita mengacu beberapa aspek, diantaranya:
a. Aspek Pemasaran
b. Aspek Human Resouces
c. Aspek Hukum
b. Selama ini bukti yang paling konkrit baik dari penyewa maupun masyarakat nilai jualnya tinggi.
Jumat, 18 Februari 2011
Analisis Laporan Keuangan soal 1-3
Lakukan analisis komparatif atas Eastman Corporation dengan menyelesaikan analisis dibawah ini. Uraikan dan beri komentar atas temuan yang signifikan dari analisis komparatif Anda.
EASTMAN CORPORATION
Laporan Laba Rugi (juta $)
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember
Tahun 6 Tahun 5 Tahun 4 Angka Angka Rata-
Kumulatif rata Tahunan
Penjualan $6,880 $3,490 $2,860
Harga Pokok Penjualan 3210 2610
Laba kotor 3670 680 1050 1800
Beban operasi
Laba sebelum pajak 2740 215 105
Laba bersih $1,485 $145 $58
Jawab:
Laporan Laba Rugi (juta $)
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember
Tahun 6 Tahun 5 Tahun 4 Angka Angka Rata-
Kumulatif rata Tahunan
Penjualan $6,880 $3,490 $2,860 $13,230 $4,410
Harga Pokok Penjualan 3210 2810 1810 7830 2610
Laba kotor 3670 680 1050 5400 1800
Beban operasi 4225 465 945 5635 1878,33
Laba sebelum pajak 2740 215 105 3060 1020
Laba bersih $1,485 $145 $58 $1,688 562,67
Dari laporan tersebut dapat kita lihat bahwa:
PENJUALAN
- penjualan paling tinggi terjadi pada tahun ke 6 yaitu $6.880
- dari tahun 5 ke tahun 6 terjadi kenaikan yang cukup signifikan yaitu $3.390 atau 97,13 %.
- kenaikan tersebut melebihi dari tahun sebelumnya yang hanya naik $ 630 atau 22,03 %.
- Jika dibandingkan, nilai rata-rata volume penjualan selama 3 tahun, perolehan penjualan selama tahun ke 6 yaitu $ 6.880 jauh melebihi dari rata-rata penjualan selama 3 tahun terakhir yaitu $ 4.410.
Harga Pokok Penjualan
- Harga Pokok Penjualan paling tinggi terjadi pada tahun ke 6 yaitu $3.210
- Dari tahun 5 ke tahun 6 terjadi kenaikan yang cukup signifikan yaitu $400 atau 14,23 %.
- kenaikan tersebut melebihi dari tahun sebelumnya yang hanya naik $ 1.000 atau 55,24%.
- Jika dibandingkan, nilai rata-rata harga pokok penjualan selama 3 tahun, perolehan harga pokok penjualan $7.830 jauh melebihi dari rata-rata harga pokok penjualan selama 3 tahun terakhir yaitu $ 2610.
EASTMAN CORPORATION
Laporan Laba Rugi (juta $)
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember
Tahun 6 Tahun 5 Tahun 4 Angka Angka Rata-
Kumulatif rata Tahunan
Penjualan $6,880 $3,490 $2,860
Harga Pokok Penjualan 3210 2610
Laba kotor 3670 680 1050 1800
Beban operasi
Laba sebelum pajak 2740 215 105
Laba bersih $1,485 $145 $58
Jawab:
Laporan Laba Rugi (juta $)
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember
Tahun 6 Tahun 5 Tahun 4 Angka Angka Rata-
Kumulatif rata Tahunan
Penjualan $6,880 $3,490 $2,860 $13,230 $4,410
Harga Pokok Penjualan 3210 2810 1810 7830 2610
Laba kotor 3670 680 1050 5400 1800
Beban operasi 4225 465 945 5635 1878,33
Laba sebelum pajak 2740 215 105 3060 1020
Laba bersih $1,485 $145 $58 $1,688 562,67
Dari laporan tersebut dapat kita lihat bahwa:
PENJUALAN
- penjualan paling tinggi terjadi pada tahun ke 6 yaitu $6.880
- dari tahun 5 ke tahun 6 terjadi kenaikan yang cukup signifikan yaitu $3.390 atau 97,13 %.
- kenaikan tersebut melebihi dari tahun sebelumnya yang hanya naik $ 630 atau 22,03 %.
- Jika dibandingkan, nilai rata-rata volume penjualan selama 3 tahun, perolehan penjualan selama tahun ke 6 yaitu $ 6.880 jauh melebihi dari rata-rata penjualan selama 3 tahun terakhir yaitu $ 4.410.
Harga Pokok Penjualan
- Harga Pokok Penjualan paling tinggi terjadi pada tahun ke 6 yaitu $3.210
- Dari tahun 5 ke tahun 6 terjadi kenaikan yang cukup signifikan yaitu $400 atau 14,23 %.
- kenaikan tersebut melebihi dari tahun sebelumnya yang hanya naik $ 1.000 atau 55,24%.
- Jika dibandingkan, nilai rata-rata harga pokok penjualan selama 3 tahun, perolehan harga pokok penjualan $7.830 jauh melebihi dari rata-rata harga pokok penjualan selama 3 tahun terakhir yaitu $ 2610.
Kamis, 30 Desember 2010
Pintar Memilih Teman
Anak dan remaja sangatlah rentan terhadap kemungkinan terlibat dalam bisnis prostitusi. Selain kerena dipaksa atau dijebak, ada yang melakukannya atas kesadaran sendiri karena menganggap keterlibatannya dalam kegiatan prostitusi menguntungkan dirinya. Baik keinginan sendiri atau bukan, kebanyakan anak dan remaja terlibat dalam prostitusi karena ketidaktahuan (kepolosannya) terhadap bahaya. Pergaulan atau lingkungan teman, adalah salah satu hal yang mungkin saja dapat menyeret mereka dalam dunia ini tanpa disadari.
Teman yang Harus Diwaspadai
1. Teman yang menganggap materi adalah segalanya.
Bila penerimaan atau penghargaan terhadap seseorang yang berlaku dalam kelompok didasarkan pada materi, maka semua orang dalam kelompok itu akan terdorong untuk mendapatkan materi dengan cara apapun.
2. Teman yang kurang memiliki pengetahuan tentang norma-norma (agama, hokum, susila, dan etika).
Teman seperti ini umumnya membuat dan memiliki nilai-nilai sendiri dan sangat yakin bahwa nilai-nilai itu benar adanya. Keyakinan itu dapat mempengaruhi dan menyeret teman lain dalam kelompok untuk melakukan perilaku negatif
3. Teman yang labil secara emosional
4. Teman yang merasa tidak memiliki kelebihan atau kemampuan apapun.
Teman yang Harus Diwaspadai
1. Teman yang menganggap materi adalah segalanya.
Bila penerimaan atau penghargaan terhadap seseorang yang berlaku dalam kelompok didasarkan pada materi, maka semua orang dalam kelompok itu akan terdorong untuk mendapatkan materi dengan cara apapun.
2. Teman yang kurang memiliki pengetahuan tentang norma-norma (agama, hokum, susila, dan etika).
Teman seperti ini umumnya membuat dan memiliki nilai-nilai sendiri dan sangat yakin bahwa nilai-nilai itu benar adanya. Keyakinan itu dapat mempengaruhi dan menyeret teman lain dalam kelompok untuk melakukan perilaku negatif
3. Teman yang labil secara emosional
4. Teman yang merasa tidak memiliki kelebihan atau kemampuan apapun.
Cara agar sukses menabung
Cara terbaik adalah dengan membuat proses peyisihan itu sendiri terjadi diluar kendali Anda, dengan kata lain jadikan hal yang otomatis.
Coba buat instruksi debit otomatis dari rekening penerima gaji ke rekening investasi yang dimaksud. Untuk pemula, jumlahnya cukup 2% dari penghasilan rutin Anda. Kemudian, setiap 6 bulan sekali lakukan peningkatan persentase penyisihan hingga target 30 % dari penghasilan rutin dapat tercapai.
Jika Anda menerima penghasilan yang sifatnya non-rutin, ibarat rezeki durian runtuh, gunakan hal ini untuk melunasi seluruh utang yang dimiliki. Bila tidak ada utang, maka gunakan 50% untuk investasi. Porsi 50% nya lagi tentu saja digunakan untuk senang-senang.
Penyesuaian Taraf Hidup
Namun, bagaimana jika Anda sudah menyisihkan penghasilan tetapi sisa uang ternyata tidak cukup untuk membayar biaya hidup rutin? Anda punya dua pilihan.
Pertama, lakukan penyesuaian taraf hidup. Coba lakukan penghematan disana dan disini. Istilahnya kalau orang mau potong rambut, dicepak kanan-kiri-atas-bawah. Masing-masing keluarga tentu memiliki prioritas yang berbeda-beda tentang kebutuhan hidupnya. Apapun itu, Anda harus dapat melakukan penyesuaian, jika ingin menjalani hidup yang lebih sejahtera hingga masa pension.
Kedua, cari penghasilan tambahan,
Tetapi jalani hidup seakan penghasilan tidak bertambah. Jadi, dengan taraf hidup yang sama, Anda bisa menyisipkan untuk tabungan dan investasi.
Apa pun cara yang dapat Anda jalankan untuk membayar diri sendiri terlebih dahulu, jalankanlah!
Tidak ada kata terlambat untuk mengubah kebiasaan menjadi lebih baik.
Semoga bermanfaat.
Coba buat instruksi debit otomatis dari rekening penerima gaji ke rekening investasi yang dimaksud. Untuk pemula, jumlahnya cukup 2% dari penghasilan rutin Anda. Kemudian, setiap 6 bulan sekali lakukan peningkatan persentase penyisihan hingga target 30 % dari penghasilan rutin dapat tercapai.
Jika Anda menerima penghasilan yang sifatnya non-rutin, ibarat rezeki durian runtuh, gunakan hal ini untuk melunasi seluruh utang yang dimiliki. Bila tidak ada utang, maka gunakan 50% untuk investasi. Porsi 50% nya lagi tentu saja digunakan untuk senang-senang.
Penyesuaian Taraf Hidup
Namun, bagaimana jika Anda sudah menyisihkan penghasilan tetapi sisa uang ternyata tidak cukup untuk membayar biaya hidup rutin? Anda punya dua pilihan.
Pertama, lakukan penyesuaian taraf hidup. Coba lakukan penghematan disana dan disini. Istilahnya kalau orang mau potong rambut, dicepak kanan-kiri-atas-bawah. Masing-masing keluarga tentu memiliki prioritas yang berbeda-beda tentang kebutuhan hidupnya. Apapun itu, Anda harus dapat melakukan penyesuaian, jika ingin menjalani hidup yang lebih sejahtera hingga masa pension.
Kedua, cari penghasilan tambahan,
Tetapi jalani hidup seakan penghasilan tidak bertambah. Jadi, dengan taraf hidup yang sama, Anda bisa menyisipkan untuk tabungan dan investasi.
Apa pun cara yang dapat Anda jalankan untuk membayar diri sendiri terlebih dahulu, jalankanlah!
Tidak ada kata terlambat untuk mengubah kebiasaan menjadi lebih baik.
Semoga bermanfaat.
Rabu, 22 Desember 2010
Manajemen Sumber Informasi
Pendahuluan
Peningkatan pemahaman komputer oleh pemakai mudahnya pemakai memperoleh hardware dan software memberikan kesadaran terhadap perusahaan bahwa memang dibutuhkan sistem komputerisasi. Maka, sebaiknya manajemen puncak dari perusahaan tersebut menetapkan penggunaan komputerisasi dalam organisasinya, yang akan berguna untuk mengetahui pencitptaan sumber informasi dan pengelolaanya. Perencanaan formal untuk manajemen informasi ini disebut Information Reseurces management (IRM) atau manajemen sumber informasi.
Tinjauan Pustaka
“ Menurut Atmosudirdjo (1986:158), secara umum pengertian manajemen adalah pengendalian dan pemanfaatan daripada semua faktor dan sumberdaya yang menurut suatu perencanaan (planning), diperlukan untuk mencapai atau menyelesaikan suatu prapta (objective) atau tujuan-tujuan tertentu. “
“Menurut Gordon B. Davis dalam bukunya Management Informations System : Conceptual Foundations, Structures, and Development menyebut informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang berguna bagi penerimanya dan nyata, berupa nilai yang dapat dipahami di dalam keputusan sekarang maupun masa depan.”
Pembahasan
Manajemen sumber informasi adalah konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama seperti sumber organisasional dominan lain seperti orang, keuangan, peralatan & manajemen.
Tipe-tipe dari sumber informasi :
Informasi umum, informasi dari para spesialis, para pemakai, fasilitas-fasilitas, database, software, hardware.
Informasi sebagai sumber strategis
• Informasi merupakan salah satu sumber yang dapat menghasilkan keuntungan kompetitif.
Caranya : Dengan memfokuskan pada pelanggan & membangun sistem informasi yang bisa meningkatkan arus informasi antara perusahaan dan elemen lingkungannya.
• Arus Informasi antara perusahaan dan pelanggan :
- Informasi yang menerangkan kebutuhan produk
- Informasi yang menerangkan penggunaan produk
- Informasi yang menerangkan kepuasan produk
Keuntungan kompetitif dicapai apabila :
- Terjalinnya hubungan yang baik antara elemen-elemen
- Diperlukan arus informasi dengan semua elemen-elemen lingkungannya
- Pentingnya efisiensi operasi internal
IOS (Interorganizational Information System)
- IOS merupakan sistem informasi yang digunakan oleh lebih dari satu perusahaan
- IOS fasilitator bertugas : menunjukkan para peserta bahwa dengan bekerja dalam sistem tsb mereka akan memperoleh keuntungan kompetitif.
CIO (Chief Information Officer)
• Kepala bagian Informasi turut berperan dalam pembuatan keputusan penting dalam
• perusahaan & memberi laporan langsung ke eksekutif.
• Sebutan lain dari CIO : Direktur SIM, Vice President SIM
• Tugas CIO :
- Mempelajari bisnis & teknologinya
- Menjalin kemitraan dengan unit bisnis & manajemen
- Fokus memperbaiki proses bisnis dasar
- Memperkirakan biaya sistem informasi dalam bisnis
- Membangun kredibilitas dengan mengirim service yang terpecaya.
SPIR ( Strategic Planning for Information Resources)
• Perencanaan strategic merupakan perencanaan yang paling memerlukan perhatian. Karena memerlukan perkiraan yang matang untuk dapat mencapai tujuan organisasi pada masa sekarang dan akan datang.
• Gagasan utama dari SPIR adalah adanya hubungan antara tujuan perusahaan secara keseluruhan dengan sumber-sumber informasi. Sumber-sumber informasi harus digunakan untuk pencapaian tujuan.
• Perencanaan yang digunakan Top Down : Langkah pertama adalah menentukan tujuan organisasi kemudian direncanakan aktifitas setiap unit perusahaan.
• Pendekatan-pendekatan Top Down :
1. BSP IBM (Business System Planning)
- Pendekatan studi total
- Setiap manajer diinterview untuk menentukan kebutuhan informasi, kemudian sistem diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan informasi.
2. CSF (Critical Success Factor)
- Perencanaan sumber informasi dengan mengidentifikasi kunci keberhasilan yang nenentukan - keberhasilan dan kegagalan
3. Transformasi susunan strategis
- Misi, Tujuan, strategi dari perusahaan merupakan dasar tujuan, batasan, strategi perencanaan sistem.
- Proses pentransformasian dari susunan strategi organisasi menjadi susunan strategi SIM dinamakan proses perencanaan strategi SIM
Usaha-usaha yang diperlukan untuk mencapai IRM yang sukses adalah :
• Perusahaan berusaha untuk menggunakan informasi untuk mencapai keuntungan kompetitif.
• Para eksekutif harus menyadari bahwa pelayanan informasi sebagai area fungsional.
• Para eksekutif harus mengakui keberadaan CIO
• Para eksekutif harus memasukkan sumber-sumber informasi dalam perencanaan strategi.
• Adanya perencanaan strategi formal untuk sumber-sumber informasi
• Perencanaan strategis juga mengatur pemakai komputer.
Peningkatan pemahaman komputer oleh pemakai mudahnya pemakai memperoleh hardware dan software memberikan kesadaran terhadap perusahaan bahwa memang dibutuhkan sistem komputerisasi. Sebagai contoh dua pemakai dalam area yang berbeda ingin mengembangkan sistem secara serentak untuk menyiapkan laporan yang sama, atau mereka masing-masing membeli paket software yang sama. Maka, sebaiknya manajemen puncak dari perusahaan tersebut menetapkan penggunaan komputerisasi dalam organisasinya, yang akan berguna untuk mengetahui pencitptaan sumber informasi dan pengelolaanya. Perencanaan formal untuk manajemen informasi ini disebut Information Reseurces management (IRM) atau manajemen sumber informasi. Jika sebuah perusahaan menerapkan IRM, maka harus ada tiga unsur utama, yaitu:
1. Eksekutif puncak bagian komputer melaporkan secara langsung kepada pimpinan dan ia diberi titel Chief Information Officer (CIO) atau kepala bagian informasi.
2. CIO turut ambil bagian dengan eksekutif lain dalam menyusunan rencana jangka panjang untuk organisasi.
3. Salah satu rencana jangka panjang tersebut harus dibuat agar kebutuhan informasi dapat memberi kepuasan pelayanan melalui komputerisasi personal (mikrokomputer), dengan penggunaan komputer remote dari terminal, penggunaan kompurisasi terpusat.
IRM adalah kebijaksanaan yang bersifat formal terhadap manajemen sumber informasi, dan akan menjadikankeadaan yang dinamis dan bahkan kondisi yang lebih baik dalam penggunaan komputer.
PENUTUP
sumber system informasi sangat penting untuk mengolah suatu informasi dan sumber informasi berbasis computer sangat mendukung untuk lebih cepat mengolah informasi tersebut. Saran saya, pelajarilah lebih dalam lagi mengenai sumber informasi berbasis computer ini, karena untuk mengetahui bagaimana cara mengolah dengan berbasis computer.
Daftar Pustaka:
http://ipoen.blogspot.com/2008/09/manajemen-sumber-informasi.html
http://www.alabaster.tk/2010/11/manajemen-sumber-informasi.html
Peningkatan pemahaman komputer oleh pemakai mudahnya pemakai memperoleh hardware dan software memberikan kesadaran terhadap perusahaan bahwa memang dibutuhkan sistem komputerisasi. Maka, sebaiknya manajemen puncak dari perusahaan tersebut menetapkan penggunaan komputerisasi dalam organisasinya, yang akan berguna untuk mengetahui pencitptaan sumber informasi dan pengelolaanya. Perencanaan formal untuk manajemen informasi ini disebut Information Reseurces management (IRM) atau manajemen sumber informasi.
Tinjauan Pustaka
“ Menurut Atmosudirdjo (1986:158), secara umum pengertian manajemen adalah pengendalian dan pemanfaatan daripada semua faktor dan sumberdaya yang menurut suatu perencanaan (planning), diperlukan untuk mencapai atau menyelesaikan suatu prapta (objective) atau tujuan-tujuan tertentu. “
“Menurut Gordon B. Davis dalam bukunya Management Informations System : Conceptual Foundations, Structures, and Development menyebut informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang berguna bagi penerimanya dan nyata, berupa nilai yang dapat dipahami di dalam keputusan sekarang maupun masa depan.”
Pembahasan
Manajemen sumber informasi adalah konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama seperti sumber organisasional dominan lain seperti orang, keuangan, peralatan & manajemen.
Tipe-tipe dari sumber informasi :
Informasi umum, informasi dari para spesialis, para pemakai, fasilitas-fasilitas, database, software, hardware.
Informasi sebagai sumber strategis
• Informasi merupakan salah satu sumber yang dapat menghasilkan keuntungan kompetitif.
Caranya : Dengan memfokuskan pada pelanggan & membangun sistem informasi yang bisa meningkatkan arus informasi antara perusahaan dan elemen lingkungannya.
• Arus Informasi antara perusahaan dan pelanggan :
- Informasi yang menerangkan kebutuhan produk
- Informasi yang menerangkan penggunaan produk
- Informasi yang menerangkan kepuasan produk
Keuntungan kompetitif dicapai apabila :
- Terjalinnya hubungan yang baik antara elemen-elemen
- Diperlukan arus informasi dengan semua elemen-elemen lingkungannya
- Pentingnya efisiensi operasi internal
IOS (Interorganizational Information System)
- IOS merupakan sistem informasi yang digunakan oleh lebih dari satu perusahaan
- IOS fasilitator bertugas : menunjukkan para peserta bahwa dengan bekerja dalam sistem tsb mereka akan memperoleh keuntungan kompetitif.
CIO (Chief Information Officer)
• Kepala bagian Informasi turut berperan dalam pembuatan keputusan penting dalam
• perusahaan & memberi laporan langsung ke eksekutif.
• Sebutan lain dari CIO : Direktur SIM, Vice President SIM
• Tugas CIO :
- Mempelajari bisnis & teknologinya
- Menjalin kemitraan dengan unit bisnis & manajemen
- Fokus memperbaiki proses bisnis dasar
- Memperkirakan biaya sistem informasi dalam bisnis
- Membangun kredibilitas dengan mengirim service yang terpecaya.
SPIR ( Strategic Planning for Information Resources)
• Perencanaan strategic merupakan perencanaan yang paling memerlukan perhatian. Karena memerlukan perkiraan yang matang untuk dapat mencapai tujuan organisasi pada masa sekarang dan akan datang.
• Gagasan utama dari SPIR adalah adanya hubungan antara tujuan perusahaan secara keseluruhan dengan sumber-sumber informasi. Sumber-sumber informasi harus digunakan untuk pencapaian tujuan.
• Perencanaan yang digunakan Top Down : Langkah pertama adalah menentukan tujuan organisasi kemudian direncanakan aktifitas setiap unit perusahaan.
• Pendekatan-pendekatan Top Down :
1. BSP IBM (Business System Planning)
- Pendekatan studi total
- Setiap manajer diinterview untuk menentukan kebutuhan informasi, kemudian sistem diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan informasi.
2. CSF (Critical Success Factor)
- Perencanaan sumber informasi dengan mengidentifikasi kunci keberhasilan yang nenentukan - keberhasilan dan kegagalan
3. Transformasi susunan strategis
- Misi, Tujuan, strategi dari perusahaan merupakan dasar tujuan, batasan, strategi perencanaan sistem.
- Proses pentransformasian dari susunan strategi organisasi menjadi susunan strategi SIM dinamakan proses perencanaan strategi SIM
Usaha-usaha yang diperlukan untuk mencapai IRM yang sukses adalah :
• Perusahaan berusaha untuk menggunakan informasi untuk mencapai keuntungan kompetitif.
• Para eksekutif harus menyadari bahwa pelayanan informasi sebagai area fungsional.
• Para eksekutif harus mengakui keberadaan CIO
• Para eksekutif harus memasukkan sumber-sumber informasi dalam perencanaan strategi.
• Adanya perencanaan strategi formal untuk sumber-sumber informasi
• Perencanaan strategis juga mengatur pemakai komputer.
Peningkatan pemahaman komputer oleh pemakai mudahnya pemakai memperoleh hardware dan software memberikan kesadaran terhadap perusahaan bahwa memang dibutuhkan sistem komputerisasi. Sebagai contoh dua pemakai dalam area yang berbeda ingin mengembangkan sistem secara serentak untuk menyiapkan laporan yang sama, atau mereka masing-masing membeli paket software yang sama. Maka, sebaiknya manajemen puncak dari perusahaan tersebut menetapkan penggunaan komputerisasi dalam organisasinya, yang akan berguna untuk mengetahui pencitptaan sumber informasi dan pengelolaanya. Perencanaan formal untuk manajemen informasi ini disebut Information Reseurces management (IRM) atau manajemen sumber informasi. Jika sebuah perusahaan menerapkan IRM, maka harus ada tiga unsur utama, yaitu:
1. Eksekutif puncak bagian komputer melaporkan secara langsung kepada pimpinan dan ia diberi titel Chief Information Officer (CIO) atau kepala bagian informasi.
2. CIO turut ambil bagian dengan eksekutif lain dalam menyusunan rencana jangka panjang untuk organisasi.
3. Salah satu rencana jangka panjang tersebut harus dibuat agar kebutuhan informasi dapat memberi kepuasan pelayanan melalui komputerisasi personal (mikrokomputer), dengan penggunaan komputer remote dari terminal, penggunaan kompurisasi terpusat.
IRM adalah kebijaksanaan yang bersifat formal terhadap manajemen sumber informasi, dan akan menjadikankeadaan yang dinamis dan bahkan kondisi yang lebih baik dalam penggunaan komputer.
PENUTUP
sumber system informasi sangat penting untuk mengolah suatu informasi dan sumber informasi berbasis computer sangat mendukung untuk lebih cepat mengolah informasi tersebut. Saran saya, pelajarilah lebih dalam lagi mengenai sumber informasi berbasis computer ini, karena untuk mengetahui bagaimana cara mengolah dengan berbasis computer.
Daftar Pustaka:
http://ipoen.blogspot.com/2008/09/manajemen-sumber-informasi.html
http://www.alabaster.tk/2010/11/manajemen-sumber-informasi.html
Siklus Hidup Sistem
SIKLUS HIDUP SISTEM
(SYSTEMS LIFE CYCLE)
Pendahuluan
Siklus hidup system adalah deskripsi dari tugas implementasi yang akurat yang harus dilakukan. Polanya didasarkan pada pendekatan system yaitu dengan memahmi apa yang akan dilakukan, mempertimbangkan pemecahan alternative, menentukan yang terbaik, mengimplementasikannya, dan melakukan tindak lanjut.
Pada Siklus Hidup sistem, terdapat 4 fase yaitu :
1. Fase Perencanaan
2. Fase Analisis
3. Fase Pengimplementasian
4. Fase Pengoperasian
Pada tahap Fase perencanaan terdapat beberapa aspek, salah satunya adalah Melakukan Studi Kelayakan..
Apa fungsinya??
Studi kelayakan adalah penelitian yang mendalam terhadap suatu ide bisnis tentang layak atau tidaknya ide tersebut untuk dilaksanakan. Sehingga dapat diartikan bahwa studi kelayakan ini berfungsi untuk meneliti kelayakan dan merupakan dari siklus hidup sistem. Informasi-informasi yang dikumpulkan oleh sistem analis akan di tujukan untuk membuat studi kelayakan. Studi kelayakan ini sendiri nantinya akan membantu manajer dalam memecahkan masalah untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Ada lima dimensi kelayakan proyek, yaitu:
1. Teknis
Pada dimensi ini, akan di teliti apakah software dan hardware yang ada dapat digunakan untuk menjalankan pemrosesan yang diperlukan? Apabila semua telah memenuhi untuk menjalankan pemrosesan, maka pada dimensi ini dinyatakan sudah layak, namun apabila belum, masih ada yang harus diperbaiki dari teknis itu.
2. Ekonomis
Dari sistem yang akan dibuat, sistem tersebut diusahakan dapat diatur secara ekonomis. Apakah ada keuntungan atau kerugian, efisiensi biaya operasional organisasi.
3. Resmi
Yang di teliti pada aspek ini adalah apakah sistem beroperasi dalam lingkup resmi dan etis? Atau beroperasi dalam lingkup informal.
4. Operasional
Berhubungan dengan prosedur operasi dan orang yang menjalankan organisasi. Apakah desain sistem akan dan dapat menerima dukungan dari orang-orang yang menjalankannya atau tidak?
5. Terjadwal
Dan dimensi yang terakhir adalah Terjadwal. Apakah mungkin untuk mengimplementasikan system ada kendala waktu? Untuk mengetahui sistem ada atau tidaknya kendala waktu, dapat menggunakan model-model penjadwalan seperti PERT dan GANTT CHART.
4.3 Systems Development Life Cycle (SDLC)
SDLC berfungsi untuk menggambarkan tahapan-tahapan utama dan langkah-langkah
dari setiap tahapan yang secara garis besar terbagi dalam tiga kegiatan
utama, yaitu :
a. Analysis
b. Design
c. Implementation
Setiap kegiatan dalam SDLC dapat dijelaskan melalui tujuan (purpose) dan
hasil kegiatannya (deliverable).
Apabila kegiatan utama tersebut dijabarkan ke dalam langkah-langkah yang
lebih rinci dapat digambarkan seperti berikut :
ANALYSIS
Dalam tahap analisis ini, digunakan oleh analis sistem untuk :
a. Membuat keputusan apabila sistem saat ini mempunyai masalah atau sudah
tidak berfungsi secara baik dan hasil analisisnya digunakan sebagai dasar
untuk memperbaiki sistem
b. Mengetahui ruang lingkup pekerjaannya yang akan ditanganinya.
c. Memahami sistem yang sedang berjalan saat ini
d. Mengidentifikasi masalah dan mencari solusinya
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap analisis ini adalah :
1. Problem detection
a. Tujuan : Mendeteksi sistem, apabila sistem saat ini semakin
berkurang manfaatnya (memburuk).
b. Hasil : Laporan pendahuluan tentang permasalahan yang terjadi
dalam sistem.
2. Initial investigation
a. Tujuan : Memerikan sistem saat ini dengan penekanan pada daerah-
daerah yang menimbulkan permasalahan.
b. Hasil : Penjelasan sistem saat ini.
3. Requirement analysis (determination of ideal systems)
a. Tujuan : Mendapatkan konsensus dari komunitas pemakai dari sistem
informasi yang ideal. Sebuah penggantian sistem akan
menimbulkan jarak antara sistem saat ini dengan sistem
yang ideal (yang mengacu ke komputerisasi).
b. Hasil : Penjelasan kebutuhan analisis terhadap sistem.
4. Generation of system alternatives
a. Tujuan : Menggali (explore) perbedaan dari alternatif sistem dalam
mengurangi jarak (gap) antara sistem saat ini dengan
sistem idealnya.
b. Hasil : Dokumen-dokumen tentang alternatif sistem yang akan
digunakan untuk memperbaiki sistem.
5. Selection of proper system
a. Tujuan : Membandingkan alternatif-alernatif sistem dengan
menggunakan metodologi terstruktur, memilih alternatif
sistem yang paling baik, dan menjualnya (sell) kepada
management.
b. Hasil : Hasil-hasil dari studi sistem.
DESIGN
Dalam tahap perancangan (desgin) memiliki tujuan, yaitu untuk :
a. Mendesain sistem baru yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang
dihadapi perusahaan yang diperoleh dari pemilihan alternatif sistem yang
terbaik.
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perancangan ini adalah :
6. Output design
a. Tujuan : Memerikan bentuk-bentuk laporan sistem dan dokumennya.
b. Hasil : Bentuk (forms) dari dokumentasi keluaran (output).
7. Input design
a. Tujuan : Memerikan bentuk-bentuk masukan didokumen dan dilayar ke
sistem informasi.
b. Hasil : Bentuk (forms) dari dokumentasi masukan (input).
8. File design
a. Tujuan : Memerikan bentuk-bentuk file-file yang dibutuhkan dalam
sistem informasi.
b. Hasil : Bentuk (forms) dari dokumentasi file.
IMPLEMENTATION
Dalam tahap implementasi memiliki beberapa tujuan, yaitu untuk :
a. Melakukan kegiatan spesifikasi rancangan logikal ke dalam kegiatan yang
sebenarnya dari sistem informasi yang akan dibangunnya atau dikembangkannya.
b. Mengimplementasikan sistem yang baru.
c. Menjamin bahwa sistem yang baru dapat berjalan secara optimal.
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap implementasi ini adalah :
9. Programming & testing
a. Tujuan : Mengkonversikan perancangan logikal ke dalam kegiatan
operasi coding dengan menggunakan bahasa pemograman
tertentu, dan mengetest semua program serta memastikan
semua fungsi / modul program dapat berjalan secara benar.
b. Hasil : Coding program dan spesifikasi program.
10.Training
a. Tujuan : Memimpin (conduct) pelatihan dalam menggunakan sistem,
persiapan lokasi latihan dan tugas-tugas lain yang
berhubungan denganp pelatihan (buku-buku panduan sistem).
b. Hasil : Rencana pelatihan sistem, modul-modul katihan dan
sebagainya.
11. System changeover
a. Tujuan : Merubah pemakaian sistem lama ke sistem bari dari sistem
informasi yang berhasil dibangun.Perubahan sistem merupakan tanggungjawab team designer ke pemakai siste (user organization).
b. Hasil : Rencana (jadwal dan metode) perubahan sistem (contract).
Daftar Pustaka
1. Davis, William S., Systems Analysis And Design : A Structured Approach,
Addison-Wesley Publishing Company, 1983.
2. HM., Yogiyanto, Analisis dan Disain Sistem Informasi : Pendekatan
Terstruktur, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta, 1995.
3. Martin, Merle P., Analysis And Design of Business Information Sytems,
Macmillan Publishing Company, New York, 1991.
(SYSTEMS LIFE CYCLE)
Pendahuluan
Siklus hidup system adalah deskripsi dari tugas implementasi yang akurat yang harus dilakukan. Polanya didasarkan pada pendekatan system yaitu dengan memahmi apa yang akan dilakukan, mempertimbangkan pemecahan alternative, menentukan yang terbaik, mengimplementasikannya, dan melakukan tindak lanjut.
Pada Siklus Hidup sistem, terdapat 4 fase yaitu :
1. Fase Perencanaan
2. Fase Analisis
3. Fase Pengimplementasian
4. Fase Pengoperasian
Pada tahap Fase perencanaan terdapat beberapa aspek, salah satunya adalah Melakukan Studi Kelayakan..
Apa fungsinya??
Studi kelayakan adalah penelitian yang mendalam terhadap suatu ide bisnis tentang layak atau tidaknya ide tersebut untuk dilaksanakan. Sehingga dapat diartikan bahwa studi kelayakan ini berfungsi untuk meneliti kelayakan dan merupakan dari siklus hidup sistem. Informasi-informasi yang dikumpulkan oleh sistem analis akan di tujukan untuk membuat studi kelayakan. Studi kelayakan ini sendiri nantinya akan membantu manajer dalam memecahkan masalah untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Ada lima dimensi kelayakan proyek, yaitu:
1. Teknis
Pada dimensi ini, akan di teliti apakah software dan hardware yang ada dapat digunakan untuk menjalankan pemrosesan yang diperlukan? Apabila semua telah memenuhi untuk menjalankan pemrosesan, maka pada dimensi ini dinyatakan sudah layak, namun apabila belum, masih ada yang harus diperbaiki dari teknis itu.
2. Ekonomis
Dari sistem yang akan dibuat, sistem tersebut diusahakan dapat diatur secara ekonomis. Apakah ada keuntungan atau kerugian, efisiensi biaya operasional organisasi.
3. Resmi
Yang di teliti pada aspek ini adalah apakah sistem beroperasi dalam lingkup resmi dan etis? Atau beroperasi dalam lingkup informal.
4. Operasional
Berhubungan dengan prosedur operasi dan orang yang menjalankan organisasi. Apakah desain sistem akan dan dapat menerima dukungan dari orang-orang yang menjalankannya atau tidak?
5. Terjadwal
Dan dimensi yang terakhir adalah Terjadwal. Apakah mungkin untuk mengimplementasikan system ada kendala waktu? Untuk mengetahui sistem ada atau tidaknya kendala waktu, dapat menggunakan model-model penjadwalan seperti PERT dan GANTT CHART.
4.3 Systems Development Life Cycle (SDLC)
SDLC berfungsi untuk menggambarkan tahapan-tahapan utama dan langkah-langkah
dari setiap tahapan yang secara garis besar terbagi dalam tiga kegiatan
utama, yaitu :
a. Analysis
b. Design
c. Implementation
Setiap kegiatan dalam SDLC dapat dijelaskan melalui tujuan (purpose) dan
hasil kegiatannya (deliverable).
Apabila kegiatan utama tersebut dijabarkan ke dalam langkah-langkah yang
lebih rinci dapat digambarkan seperti berikut :
ANALYSIS
Dalam tahap analisis ini, digunakan oleh analis sistem untuk :
a. Membuat keputusan apabila sistem saat ini mempunyai masalah atau sudah
tidak berfungsi secara baik dan hasil analisisnya digunakan sebagai dasar
untuk memperbaiki sistem
b. Mengetahui ruang lingkup pekerjaannya yang akan ditanganinya.
c. Memahami sistem yang sedang berjalan saat ini
d. Mengidentifikasi masalah dan mencari solusinya
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap analisis ini adalah :
1. Problem detection
a. Tujuan : Mendeteksi sistem, apabila sistem saat ini semakin
berkurang manfaatnya (memburuk).
b. Hasil : Laporan pendahuluan tentang permasalahan yang terjadi
dalam sistem.
2. Initial investigation
a. Tujuan : Memerikan sistem saat ini dengan penekanan pada daerah-
daerah yang menimbulkan permasalahan.
b. Hasil : Penjelasan sistem saat ini.
3. Requirement analysis (determination of ideal systems)
a. Tujuan : Mendapatkan konsensus dari komunitas pemakai dari sistem
informasi yang ideal. Sebuah penggantian sistem akan
menimbulkan jarak antara sistem saat ini dengan sistem
yang ideal (yang mengacu ke komputerisasi).
b. Hasil : Penjelasan kebutuhan analisis terhadap sistem.
4. Generation of system alternatives
a. Tujuan : Menggali (explore) perbedaan dari alternatif sistem dalam
mengurangi jarak (gap) antara sistem saat ini dengan
sistem idealnya.
b. Hasil : Dokumen-dokumen tentang alternatif sistem yang akan
digunakan untuk memperbaiki sistem.
5. Selection of proper system
a. Tujuan : Membandingkan alternatif-alernatif sistem dengan
menggunakan metodologi terstruktur, memilih alternatif
sistem yang paling baik, dan menjualnya (sell) kepada
management.
b. Hasil : Hasil-hasil dari studi sistem.
DESIGN
Dalam tahap perancangan (desgin) memiliki tujuan, yaitu untuk :
a. Mendesain sistem baru yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang
dihadapi perusahaan yang diperoleh dari pemilihan alternatif sistem yang
terbaik.
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perancangan ini adalah :
6. Output design
a. Tujuan : Memerikan bentuk-bentuk laporan sistem dan dokumennya.
b. Hasil : Bentuk (forms) dari dokumentasi keluaran (output).
7. Input design
a. Tujuan : Memerikan bentuk-bentuk masukan didokumen dan dilayar ke
sistem informasi.
b. Hasil : Bentuk (forms) dari dokumentasi masukan (input).
8. File design
a. Tujuan : Memerikan bentuk-bentuk file-file yang dibutuhkan dalam
sistem informasi.
b. Hasil : Bentuk (forms) dari dokumentasi file.
IMPLEMENTATION
Dalam tahap implementasi memiliki beberapa tujuan, yaitu untuk :
a. Melakukan kegiatan spesifikasi rancangan logikal ke dalam kegiatan yang
sebenarnya dari sistem informasi yang akan dibangunnya atau dikembangkannya.
b. Mengimplementasikan sistem yang baru.
c. Menjamin bahwa sistem yang baru dapat berjalan secara optimal.
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap implementasi ini adalah :
9. Programming & testing
a. Tujuan : Mengkonversikan perancangan logikal ke dalam kegiatan
operasi coding dengan menggunakan bahasa pemograman
tertentu, dan mengetest semua program serta memastikan
semua fungsi / modul program dapat berjalan secara benar.
b. Hasil : Coding program dan spesifikasi program.
10.Training
a. Tujuan : Memimpin (conduct) pelatihan dalam menggunakan sistem,
persiapan lokasi latihan dan tugas-tugas lain yang
berhubungan denganp pelatihan (buku-buku panduan sistem).
b. Hasil : Rencana pelatihan sistem, modul-modul katihan dan
sebagainya.
11. System changeover
a. Tujuan : Merubah pemakaian sistem lama ke sistem bari dari sistem
informasi yang berhasil dibangun.Perubahan sistem merupakan tanggungjawab team designer ke pemakai siste (user organization).
b. Hasil : Rencana (jadwal dan metode) perubahan sistem (contract).
Daftar Pustaka
1. Davis, William S., Systems Analysis And Design : A Structured Approach,
Addison-Wesley Publishing Company, 1983.
2. HM., Yogiyanto, Analisis dan Disain Sistem Informasi : Pendekatan
Terstruktur, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta, 1995.
3. Martin, Merle P., Analysis And Design of Business Information Sytems,
Macmillan Publishing Company, New York, 1991.
Langganan:
Postingan (Atom)